Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Terorisme

Ketatnya Lapas Khusus Napi Teroris di Karanganyar

Lapas Karanganyar nantinya akan identik dengan Lapas Pasirputih yang juga berada di Pulau Nusakambangan.

Ketatnya Lapas Khusus Napi Teroris di Karanganyar
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membangun lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus narapidana teroris di Karanganyar, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Nantinya lapas itu akan diberi status ‘high risk security’ bagi napi terorisme dari seluruh Indonesia.

Yasonna mengatakan Lapas Karanganyar nantinya akan identik dengan Lapas Pasirputih yang juga berada di Pulau Nusakambangan.

“Nanti akan seperti Lapas Pasirputih, yaitu satu sel satu napi dengan pengamanan berlapis baik di blok maupun sekeliling kompleks, Bahkan mulai dari pintu masuk Pulau Nusakambangan sudah ada pengamanan, penjagaan 24 jam melalui CCTV juga, nanti akan ada penjagaan oleh Polri dan TNI juga,” ungkap Yasonna di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018).

Yasonna menambahkan, untuk menemui tamu, para napi di Lapas Karanganyar nanti juga tidak bisa melakukan pertemuan fisik, tetapi diatur sedemikian rupa menggunakan pembatas.

Untuk Lapas Karanganyar menurut Yasonna akan mampu menampung 520 napiter.

“Karanganyar nanti bisa menampung 520 orang napi semua, di Pasirputih bisa tampung 124, dan Pasirputih yang baru 196,” terangnya.

“Kita harapkan nanti bisa menampung napi kasus terorisme dari seluruh Indonesia, karena kita tahu sekarang Lapas Batu di Nusakambangan yang khusus narkoba pun harus diisi napi kasus terorisme, kita mengalah napi narkoba dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Bogor,” katanya.

Yasonna juga menjelaskan Nusakambangan cocok untuk menampung napi, karena bisa dilakukan isolasi terhadap mereka terutama dari penggunaan telepon seluler.

“Bahkan di sana pun nanti sinyal akan diblok, kalau di tempat lain kan susah karena berapa kali pengalaman kami diprotes oleh warga sekitar, di lapas-lapas yang dekat dengan pemukiman penduduk,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Terorisme

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas