Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Boni Hargens: Kritik Amien Rais Terhadap Pemerintah Semacam Perang Politik

Boni Hargens, menilai Amien terlalu vulgar memahami posisi sebagai pihak oposisi. Sikap mantan Ketua MPR RI itu lebih kepada peperangan politik.

Boni Hargens: Kritik Amien Rais Terhadap Pemerintah Semacam Perang Politik
youtube
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, berulang kali menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, menilai Amien terlalu vulgar memahami posisi sebagai pihak oposisi. Sikap mantan Ketua MPR RI itu lebih kepada peperangan politik.

"Jadi yang disampaikan Pak Amien dan manuver-manuver Pak Amien itu semacam perang politik bukan persaingan politik. Sehingga, istilah terminologi yang dipakai juga cukup tajam keras bahkan sarkastis," kata Boni, Senin (11/6/2018).

Menurut dia, pernyataan Amien itu berpotensi memecah belah masyarakat pada ranah agama. Sebab, Amien berulang kali memakai istilah-istilah agama yang tujuannya menyudutkan pemerintah.

Sementara itu, dia melihat, di satu sisi pemerintah terlalu reaktif merespons serangan-serangan ini. Untuk itu, dia menyarankan, pemerintah menjaga wibawa institusi dengan cara tidak merespon semua isu.

"Orang seperti Pak Amien tidak perlu direspons, karena itu hak berbicara silakan saja orang bicara apa saja, tetapi tidak perlu direspons karena akan melahirkan turbulensi, guncangan politik," kata dia.

Bertepatan pada bulan Ramadhan, dia mengingatkan, semua pihak agar lebih mengedepankan proses politik dan praktek politik mengutamakan integritas moral demi kebaikan bersama jangan sampai memancing permusuhan.

"Jangan ada fitnah dan kebencian, tetapi yang ada bagaimana orang bermain secara sehat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan keadilan saling menghargai sebagai ciri masyarakat Indonesia," tambahnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas