Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mensos Rahasiakan Tempat Penampungan Tujuh Anak Pelaku Bom Surabaya

Menteri Sosial, Idrus Marham, merahasiakan tempat penampungan tujuh anak dari pelaku pemboman Surabaya yang dipindahkan ke Jakarta dari Jawa Timur.

Mensos Rahasiakan Tempat Penampungan Tujuh Anak Pelaku Bom Surabaya
Tribunnews.com/Fahdi Pahlevi
Mensos Idrus Marham 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial, Idrus Marham, merahasiakan tempat penampungan tujuh anak dari pelaku pemboman Surabaya yang dipindahkan ke Jakarta dari Jawa Timur.

Idrus beralasan hal ini dilakukan karena faktor keamanan dan psikologis dari ketujuh anak tersebut.

Baca: Bertemu Mensos, Anak Pelaku Bom Surabaya Masih Labil

"Jadi saya kira demi kepentingan bersama demi keamanan saya mohon maaf kepada wartawan dan bangsa Indonesia untuk sementara tidak saya sampaikan dimana. Karena tentu secara psiko sosial dan keamanan perlu dilindungi perlu ada dijaga keamanannya," ujar Idrus kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2018).

Meski merahasiakan, namun Idrus memastikan bahwa ketujuh anak tersebut mendapatkan tempat yang layak untuk mengembalikan kondisi psikologis mereka.

"Kita tempatkan di tempat yang baik yang layak dan saya punya keyakinan nanti anak-anak setelah satu dua hari melakukan adaptasi dengan pendampingan yang edukatif," jelas Idrus.

Idrus optimis kondisi psikologis anak-anak tersebut akan kembali pulih setelah menjalani rehabilitasi di bawah Kemensos.

"Saya punya keyakinan mereka akan bisa tinggal di tempat yang kami siapkan dengan baik dan penuh kegembiraan," kata Idrus.

Sebelumnya pascaserangkaian aksi teror di Surabaya, ketujuh anak ini menjalani perawatan dan pendampingan psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim sejak 13 Mei 2018.

Kini mereka akan dilakukan perawatan dan pendampingan lanjutan oleh Kemensos dengan tujuan utama mereka mendapatkan pemahaman keagamaan yang benar. Setelah itu ditentukan siapa yang berhak mengasuh dan merawatnya.

Selama dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim, Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfud menegaskan kondisi mereka cukup baik dan secara psikologis terus menunjukkan hal positif.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas