Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2018

Pemudik Diingatkan Gunakan BBM dengan RON Tinggi Agar Mesin Kendaraan Tetap Baik

Selain disebabkan pembakaran yang tidak sempurna, kerak juga dihasilkan karena Premium tidak mengandung zat aditif.

Pemudik Diingatkan Gunakan BBM dengan RON Tinggi Agar Mesin Kendaraan Tetap Baik
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas BBM Pertamina menaruh BBM dalam kemasan bermuatan Pertamax dan Pertamina Dex di Rest Area Tol Cipali, KM 102, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). Pertamina menyiagakan 200 motoris BBM yang akan disebar untuk melayani pemudik di jalur tol dan non tol selama mudik lebaran 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Spesifikasi kendaraan saat ini tidak diperuntukkan bagi Premium.

Kalau pemudik memaksa mengisi dengan BBM ber- Research Octane Number (RON) rendah tersebut, kinerja kendaraan bisa terus anjlok dan bahkan menyebabkan turun mesin.

Demikian disampaikan pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

“Kalau sudah turun mesin tentu biayanya sangat mahal. Untuk Avanza misalnya, kalau piston yang terkena maka ongkos perbaikannya bisa mencapai Rp 6-7 juta,” kata Tri dilansir Antaranews.

Menurut Tri, Premium memang berdampak buruk untuk kendaraan. Di antaranya, dapat mengakibatkan injektor tersumbat sehingga suplai BBM tidak optimal.

Tidak hanya itu. Karena Premium tidak bisa terbakar sempurna, maka akan menghasilkan banyak kerak di dalam ruang bakar.

Kerak inilah yang menurut Tri dapat meningkatkan kompresi sehingga mesin mengelitik. Dan jika dibiarkan, makin lama tentu bisa merusak mesin.

“Piston bisa bolong atau stang piston menjadi bengkok,” tegas dia.

Selain disebabkan pembakaran yang tidak sempurna, kerak juga dihasilkan karena Premium tidak mengandung zat aditif.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan BBM RON tinggi, yang sudah ditambahkan zat pembersih tersebut. Itu sebabnya, pemakaian BBM dengan oktan 92 ke atas, sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika mudik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Antara
  Loading comments...

Berita Terkait :#Lebaran 2018

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas