Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pidato Politik AHY Singgung Program Revolusi Mental Jokowi-JK

Ketua Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung soal program rovolusi mental yang dicanangkan Presi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung soal program rovolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada kampanye Pilpres 2014 lalu.

Menurut AHY, program tersebut saat ini sudah mulai dilupakan.

Baca: Pernah Dapat Pelanggan Cewek, Driver Ojol ini Dibuat Kaget dan Bingung Dengar Permintaan Anehnya

"Apa kabar revolusi mental? Kita ingat revolusi mental adalah konsep pembangunan manusia Indonesia yang gencar saat pilpres 2014," kata Agus Yudhoyono saat orasi 'Mendengarkan Suara Rakyat' di JCC, Senayan, Sabtu (9/6/2018) malam.

Baca: Linda Pernah Digauli Ruyat Sebelum Pembunuhan dan Mayatnya Ditaruh di Boks Plastik

AHY menyebut, tenggelamnya jargon revolusi mental lantaran masifnya pembanguan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini.

Padahal, konsep ini sangat vital sebagai upaya mengembalikan karakter bangsa sesuai dengan bentuk aslinya yakni santu, berbudi pekerti, serta bergotong royong.

"(Revolusi mental) ini karakter yang tentu menjadi kekuatan membangun persatuan dan sejahtera dalam kemajuan," ungkap AHY.

AHY juga mengatakan bahwa pembangunan bangsa ini harus terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"It is a never-ending journey. karena perubahan, perbaikan, dan pembaharuan adalah keniscayaan yang abadi," terang AHY.

Dalam orasinya, AHY juga menyinggung soal beberapa kebijakan ekonomi serta sosial selama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Dia menyebut soal angka kemiskinan yang menurutnya masih tinggi, serbuan tenaga kerja asing, masalah ekonomi terkait rendahnya daya beli hingga soal masalah terorisme.

Simak videonya di atas! (*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas