Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Habiburokhman Tanggapi Mundurnya Nuruzzaman dari Gerindra, 'Gak Semua Berjuang kayak Gua'

Ketua Bidang Advokasi dan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman angkat bicara tentang Mohammad Nuruzzaman.

Habiburokhman Tanggapi Mundurnya Nuruzzaman dari Gerindra, 'Gak Semua Berjuang kayak Gua'
Kompas.com/YOGA SUKMANA
Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Rabu (8/11/2017). 

TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Bidang Advokasi dan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman angkat bicara tentang Mohammad Nuruzzaman.

Diketahui sebelumnya, Nuruzzaman yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) telah menyatakan mundur dari Partai Gerindra.

Ia memutuskan untuk mundur karena kecewa terhadap Gerindra.

Mundurnya Nuruzzaman dari Gerindra mendapat tanggapan dari Habiburokhman.

Habiburokhman mengaku belum pernah melihat Nuruzzaman dan mengatakan bahwa tidak semua pengurus bersedia berjuang.

"Jujur aja gua gak pernah ngeliat tampang Mas Nuruzzaman itu di DPP. Pengurus DPP memang banyak tapi gak semua yg mau aktif hampir tiap hari berjuang kayak gua," kicau Habiburokhman, Rabu (13/6/2018).

Ia juga menyangkal pernyataan Nuruzzaman sebelumnya yang mengatakan bahwa Jakarta adalah kota intoleran.

"Bilang Jakarta kota paling intoleran? Dasarnya apa? Coba bandingkan dengan banyak kota di Eropa yg larang sekolah pakai Jilbab, atau kota dimana ada tokoh yg digeruduk bawa sajam karena perbedaan politik," tulis Habiburokhman.

"Jakarta justru salah satu kota paling toleran di dunia. ABI jutaan massa berjilid2 tdk aatupun rumah ibadah lain dirusak, tidak satu orangpun umat agama lain diganggu. Bahkan ada yg nikah di Katedral dikawal sama umat."

"Tuduhan Gerindra rasis adalah tuduhan daur ulang yg gak laku alias basi, pernah di pakai Pilgub DKI justru membuahkan kekalahan mereka," imbuhnya.

Terakhir, Habiburokhman menyinggung tentang militansi kader yang tidak gampang dijalankan meski bertahun-tahun telah bernaung di partai.

BACA SELENGKAPNYA >>>

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas