Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

PKS: Presiden Bertanggungjawab atas Kunjungan Yahya ke Israel

Menurut Mardani, Indonesia sejak dulu memiliki kebijakan yang konsisten untuk tidak mengakui Israel sebagai negara

PKS: Presiden Bertanggungjawab atas Kunjungan Yahya ke Israel
TRIBUN/HO
Mardani Ali Sera 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PKS ‎Mardani Ali Sera, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanggungjawab atas kunjungan Anggota Wantimpres dan tokoh Nahdatul Ulama (NU) Kiai Yahya Staquf Ke Israel.

Menurut Mardani, Jokowi telah membiarkan penasehatnya tersebut ke Israel.

Baca: Fadli Zon: Kunjungan Yahya Staquf Cederai Reputasi Politik Luar Negeri Indonesia

"Saya menyesalkan Presiden Jokowi membiarkan kunjungan Wantimpres Saudara Kiai Yahya Staquf Ke Israel. Ini sangat menciderai proses perjuangan bangsa Palestina atas kemerdekaannya," kata Mardani, Rabu (13/6/2018).

Menurut Mardani, Indonesia sejak dulu memiliki kebijakan yang konsisten untuk tidak mengakui Israel sebagai negara.

Indonesia juga sejak dulu mendukung penuh perjuangan bangsa Palestina mendapatkan Kemerdekaannya.

"Kehadiran seorang Wantimpres dalam undangan itu secara tidak langsung merusak perjuangan Indonesia dari dulu," katanya.

Kekecewaan kunjungan Yahya Staquf tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia, melainkan juga warga Palestina.

Selain melayangkan protes melalui kedutaan, kelompok Hamas dan Fatah di Palestina juga menyayangkan hal tersebut.

"Mereka juga kecewa atas kunjungan Mr. Staquf ke Israel, terlebih lagi baru saja terjadi tragedi demontrasi berdarah yang menelan korban jiwa sebanyak 124 orang palestina oleh Israel," ujarnya.

Seharusnya sebagai pimpinan negara dan pemerintahan, Presiden Jokowi melarang anak buahnya mendatangi Israel.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas