Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2018

Pembatalan Tiket Kereta Api Marak Karena Terlambatnya Informasi Libur Lebaran

"Liburan sekolah panjang sampai Juli. Informasi sebelumnya kan belum ada info libur anak, jadi setelah tahu sampai Juli, kemudian mereka beralih."

Pembatalan Tiket Kereta Api Marak Karena Terlambatnya Informasi Libur Lebaran
Warta Kota/henry lopulalan/Henry Lopulalan
TIKET MUDIK LEBARAN - Calon penumpang melakukan pembelian tiket kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu(25/3/2018). PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan masa angkutan Lebaran 2018 mulai tanggal 5 Juni (H-10) sampai dengan 26 Juni 2018 (H+10) sementara untuk keberangkatan tanggal 5, 6, dan 7 Juni 2018 dengan pemesanan tiket KA ke semua tujuan, keberangkatan dari stasiun Pasar Senen dan Gambir, masih tersedia. Sedangkan untuk pemberangkatan tanggal 8 sampai 14 Juni 2018 dari stasiun Pasar Senen ke semua jurusan, seperti Cirebon, Tegal, Purwokerto, Cilacap, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Yogyakarta, Solo, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, dan Malang, sudah habis terjual. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Membludaknya pembatalan tiket kereta api yang mencapai 500-800 perharinya disebabkan berbagai faktor, salah satunya ialah keterlambatan informasi terkait libur lebaran yang didapatkan calon pemudik.

Biasanya, sebulan setelah pembelian tiket, calon pemudik baru mendapatkan informasi terkait adanya mudik gratis dari berbagai instansi, membuat mereka beralih dan membatalkan tiket perjalanan yang sudah dibeli.

"Beli tiket, harinya, tanggalnya, kereta apinya, setelah sebulan, ada informasi mudik gratis, atau informasi dari instansi lainnya, baru mereka beralih membatalkan memilih untuk gratis," ujar Senior Manager PT KAI DAOP 1 Jakarta, Edy Kuswoyo, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Baca: 52 Tahanan KPK Rayakan Lebaran Bersama

Faktor lainnya yakni mereka yang beralasan kesehatan, informasi libur sekolah dan cuti bersama yang baru didapatkan, juga mereka yang memutuskan menggunakan moda transportasi lain ataupun kendaraan pribadi.

"Liburan sekolah panjang sampai Juli. Informasi sebelumnya kan belum ada info libur anak, jadi setelah tahu sampai Juli, kemudian mereka beralih," imbuh Edy.

Sebelumnya, terlihat kepadatan di loket pembatalan tiket Stasiun Pasar Senen, sekitar 500 hingga 800 tiket kereta api dibatalkan setiap harinya.

Tiga bulan tiket dipasarkan, tidak sedikit masyarakat yang berspekulasi melakukan pembelian. Mereka terbiasa berspekulasi membeli tiket, karena takut tidak kebagian.

"Jadi tradisi dari tahun ke tahun memang seperti itu, 3 bulan, atau 90 hari tiket dipasarkan, banyak penumpang yang spekulasi," paparnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas