Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2018

Setya Novanto Lebaran di Lapas Sukamiskin, Keponakan Lebaran di Rutan KPK

Hingga saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat delapan orang di kasus dugaan korupsi e-KTP.

Setya Novanto Lebaran di Lapas Sukamiskin, Keponakan Lebaran di Rutan KPK
Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto menuju pintu masuk lapas saat tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018). Mantan ketua DPR RI ini dipindahkan dari rumah tahanan KPK di Jakarta ke Lapas Kelas 1 Sukamiskin khusus terpidana kasus-kasus korupsi setelah memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan hakim yang menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Hingga saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat delapan orang di kasus dugaan korupsi e-KTP.

Mereka yakni ‎mantan PNS Kemendagri Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Anggota DPR RI Setya Novanto, politikus Partai Golkar Markus Nari.

Pengusaha Anang Sugiana Sudihardjo, keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo-Direktur PT Murakabi Sejaktera dan Made Oka Masagung‎, pengusaha rekan Setya Novanto.

Catatan Tribunnews.com dari delapan orang ini, tersisa empat orang lagi yang kini mendekam di Rutan KPK. Sementara tiga orang lainnya sudah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.

Baca: Belasan Kepala Daerah Bakal Berlebaran di Rutan KPK, Siapa Saja?

Tiga yang dieksekusi yakni terpidana Irman dan Sugiharto yang dikirim ke Lapas Sukamiskin pada
Rabu (2/5/2018).

KPK mengeksekusi setelah status hukum mantan PNS Kemendagri itu berkekuatan hukum tetap. Mereka menjalani masa hukuman di Lapas sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

Status hukum mereka resmi inkracht setelah MA memperberat hukuman Irman dan Sugiharto menjadi masing-masing 15 tahun penjara. Keduanya juga menerima hukuman pidana denda masing-masing Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan.

Vonis dari majelis kasasi MA jauh lebih berat dibandingkan putusan pengadilan tingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Berikutnya ada ‎mantan ketua umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto juga telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Jumat (4/5/2018).

Di Lapas khusus para koruptor ini, mantan Ketua DPR itu akan menjalani hukuman selama 15 tahun seperti vonis yang telah dijatuhi Pengadilan Tipikor Jakarta.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas