Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Andi Mallarangeng Sebut Para Menteri dari Parpol Dilema, Tetap Jadi Menteri atau 'Nyaleg'

Menurut Andi, biasanya menteri-menteri berada dalam sebuah dilema karir politik bersamaan pengujung masa kerja pemerintahan yang berkuasa.

Andi Mallarangeng Sebut Para Menteri dari Parpol Dilema, Tetap Jadi Menteri atau 'Nyaleg'
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng (kanan) menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (2/6/2014). Andi didakwa terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang menteri mengundurkan diri untuk maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) bukan lah baru.

Partai Demokrat telah melakukannya dengan meminta seluruh menterinya maju di pemilihan legislatif untuk mendulang suara pada 2013 lalu.

"Iya benar, para menteri ini yang berasal dari partai politik bisa untuk mendulang suara partainya masing-masing. Jadi, mereka bisa diperintahkan oleh partai untuk jadi caleg," kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng sekaligus politikus Partai Demokrat, kepada Tribunnews, Kamis (5/7/2018).

Menurut Andi, biasanya menteri-menteri berada dalam sebuah dilema karir politik bersamaan pengujung masa kerja pemerintahan yang berkuasa.

Keraguan untuk tetap berada di posisi yang sama menjadi alasan mendasar untuk pindah dari jajaran eksekutif ke legislatif.

"Belum tentu mereka terpilih lagi (menjadi menteri) meski Pak Jokowi menjabat lagi, atau siapa tahu Pak Jokowi tidak terpilih lagi. Nah, mereka banting setir untuk jadi caleg," jelasnya.

Baca: Pertemuan di Kertanegara Buka Peluang Duetkan Prabowo Subianto-AHY

Meski begitu, Andi berharap para menteri tidak sampai mengundurkan diri untuk menjadi caleg.

Selain terdapat kekosongan posisi, kemungkinan Jokowi akan kesulitan mencari pengganti yang tepat dalam waktu yang singkat.

"Ya jangan semuanya. Kasihan Pak Jokowi, nanti merasa ditinggalin sama orang-orangnya," kata dia.

Diketahui dalam kabinet kerja Jokowi-JK beberapa menteri berasal dari partai politik. Setidaknya pada saat ini terdapat 19 menteri yang berasal dari partai politik.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas