Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

MA Belum Terima Aduan Uji Materi PKPU

Ia mengatakan keputusan MA akan menjadi patokan bagi KPU dalam memutuskan sikap terkait proses pendaftaran calon.

MA Belum Terima Aduan Uji Materi PKPU
Istimewa
Gedung Mahkamah Agung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Abdullah, mengakui hingga saat ini belum menerima aduan terkait uji materi terhadap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Diketahui, PKPU Nomor 20 Tahun 2018 yang melarang mantan terpidana kasus korupsi, bandar narkoba, dan pelaku kejahatan seksual terhadap anak untuk mendaftar sebagai calon legislatif, banyak menuai polemik.

"Sampai hari ini belum ada yang mengajukan, tapi tidak tahu hari-hari selanjutnya," ujar Abdullah, di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Ia mengatakan keputusan MA akan menjadi patokan bagi KPU dalam memutuskan sikap terkait proses pendaftaran calon.

Jika gugatan diterima, maka KPU wajib meloloskan calon peserta sebagai caleg.

Secara administrasi, kata dia, siapa pun yang mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung akan diterima. Oleh karena itu, Abdullah mempersilahkan bagi yang merasa dirugikan untuk melakukan uji materi.

"Silahkan mengajukan ke Mahkamah Agung, siapa pun yang tidak diakomodasi dalam pasal-pasalnya, melalui mekanisme uji materi," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya, putusan hakim adalah yang terbaik, karena mempertimbangkan apakah ketentuan itu bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi atau tidak.

"Semua putusan (hakim) terbaik, secara prinsip, aturan lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi. Serta undang-undang yang lebih baru akan mengesampingkan aturan yang lama, tidak berlaku undang-undang sebelumnya. Ini prinsip," kata Abdullah. 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas