Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Jusuf Kalla Bisa Bentuk Koalisi Umat dengan PKS, PAN, dan PKB di Pilpres 2019

Hendri mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto besar kemungkinan akan menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono

Jusuf Kalla Bisa Bentuk Koalisi Umat dengan PKS, PAN, dan PKB di Pilpres 2019
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Diskusi Pilpres 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Kedai Kopi Hendri Satrio menilai, Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa maju pada Pemilihan Presiden 2019 bersama dengan tiga partai politik, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Hendri mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto besar kemungkinan akan menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono. Seperti dikatakan Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan.

Isu koalisi Gerindra-Demokrat, ucap Hendri, membuat posisi Partai Keadilan Sejahtera besar kemungkinan akan ke luar dari koalisi. Apalagi, salah satu kader PKS tak dijadikan calon wakil presiden.

"Beberapa hari ini, Gerindra-PKS agak renggang," ujar Hendri di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut Hendri, Prabowo mulai realistis karena logistik untuk kebutuhan maju sebagai calon presiden dibutuhkan dana yang besar. Hendri mengatakan, PKS bisa membuat poros baru bersama dengan Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.

"Mereka bisa bersatu kalau bebicara kepentingan umat dan masjid. Namanya 'Koalisi Umat'. Bayangkan kekuatan NU, Muhammadiyah, dan umat bersatu," kata Hendri.

Hendri menerangkan, poros ini bisa dibentuk jika didukung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan mengusung beberapa kemungkinan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Misal, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Ahmad Heryawan dan Muhaimin.

"Anis-Cak Imin atau Aher-Cak Imin dibentuk pasangan 'Amin'. Poros Jusuf Kalla bergerak, meminta PAN, PKS, PKB bergabung, bukan mustahil, dan kekuatannya tidak bisa dianggap remeh," tutur Hendri.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas