Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Menilik Kegigihan Demokrat, PKB, dan PKS Incar Kursi Calon Wakil Presiden

"Jokowi atau Prabowo hanya bisa menang jika Muhaimin yang menjadi cawapresnya. Begitu semboyan yang terus digaungkan oleh PKB,

Menilik Kegigihan Demokrat, PKB, dan PKS Incar Kursi Calon Wakil Presiden
Kolase/TribunWow
Jokowi Prabowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) boleh diacungi jempol.

Sejauh ini hanya tiga partai politik tersebut yang masih kukuh memperjuangkan kadernya untuk menjadi cawapres.

Kukuhnya pendirian ketiga partai politik tersebut menurut Pengamat politik, Said Salahudin, dapat diukur dari syarat dukungan yang diajukan masing-masing parpol kepada para capres potensial.

Baik itu kepada Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, Demokrat dan PKB mensyaratkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhaimin Iskandar.

Baca: Politikus PDIP: Soal Nama Calon Wakil Presiden, Bu Mega Menyerahkan Sepenuhnya Kepada Jokowi

Sedangkan kepada Prabowo, PKS mensyaratkan Ahmad Heryawan (Aher).

Begitu syarat dukungan yang diajukan kepada Jokowi dan Prabowo menunjukan signal negatif, kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Demokrat tidak menyerah.

Poros ketiga pun coba digagas agar AHY tetap punya asa untuk berlaga.

Demikian pula PKB yang masih berpegang pada pakem, 'jangan kasih kendor'.

"Jokowi atau Prabowo hanya bisa menang jika Muhaimin yang menjadi cawapresnya. Begitu semboyan yang terus digaungkan oleh PKB," jelas Said Salahudin kepada Tribunnews.com, Selasa (10/7/2018).

Baca: Din Syamsuddin: Perjuangan Politik Menonjolkan Identitas Sah-sah Saja

Sementara, PKS sontak bermanuver memunculkan duet Anies Baswedan-Ahmad Heryawan (Aher), begitu muncul kode Prabowo hendak menggandeng tokoh lain sebagai cawapresnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas