Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

PKS Masih Perjuangkan Aher Jadi Pendamping Prabowo di Pilpres 2019

PKS masih mencoba secara maksimal agar kadernya yang jadi Cawapres, dari sembilan nama yang ada

PKS Masih Perjuangkan Aher Jadi Pendamping Prabowo di Pilpres 2019
Tribunnews.com/Rina Ayu
Pakar Politik Djayadi Hanan di kantor DPP PSI Tanah Abang Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah mencoba secarea maksimal agar kadernya menjadi Calon pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Hal itu menurut Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Djayadi Hanan, terlihat dari nada pernyataan anggota Majelsi Syuro PKS Tifatul Sembiring.

Menurut Tifatul, sesuai dengan kesepakatan awal dengan Gerindra, partainya akan mengusung Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2019. Dukungan terhadap Prabowo tersebut dengan catatan Calon Wakil Presiden harus dari PKS.

Kata Tifatul, kalau tidak kader PKS, maka lebih baik parpol koalisi jalan sendiri-sendiri.

"PKS masih mencoba secara maksimal agar kadernya yang jadi Cawapres, dari sembilan nama yang ada," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini kepada Tribunnews.com, Selasa (10/7/2018).

Dari kesembilan nama kadernya, Djayadi Hanan melihat nama Ahmad Heryawan (Aher), paling diperjuangkan PKS menjadi Cawapres dari Prabowo.

Tifatul Sembiring mengatakan sesuai dengan kesepakatan awal dengan Gerindra, partainya akan mengusung Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2019. Dukungan terhadap Prabowo tersebut dengan catatan Calon Wakil Presiden harus dari PKS.

Kesepakatan tersebut menurut Tifatul tidak bisa ditawar-tawar lagi. Partainya enggan mau jadi pengembira seperti yang terjadi dalam Pemilu Presiden pada 2014 lalu.

"Kami engga mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau mau kami mau disuru dukung-dukung aja, mungkin engga ini, mungkin Kita lebih baik jalan masing-masing saja tapi so far Pak Prabowo masih komitmen dengan PKS," tegas Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (10/7/2018).

Tifatul mempersilahkan bila ada nama lain yang mau diusung oleh partai mitra koalisi, seperti Anies Baswedan, asalakan menurutnya, Cawapres dari PKS.

"Bisa aja Pak Prabowo mas Anies Baswedan menjadi capres, tapi cawapresnya harus dari PKS. Silakan aja," tuturnya.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas