Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Rico Marbun: Jokowi Akan Rugi Jika Singkirkan Cak Imin dan PKB

Politisi PDIP sebut nama Cak Imin tak ada dalam daftar cawapres Jokowi.

Rico Marbun: Jokowi Akan Rugi Jika Singkirkan Cak Imin dan PKB
Istimewa
Megawati dan Cak Imin di peringatan haul Bung Karno di Blitar pada Rabu siang (20/6/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu PDIP melalui Junimart Girsang mengungkapkan bahwa Jokowi telah mengantongi sepuluh nama bakal cawapres, dan tidak ada nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di dalamnya.

Menurut pengamat politik, Rico Marbun, Jokowi akan mengalami kerugian apabila menyingkirkan Cak Imin dan PKB.

"Kerugian itu wajar saja, karena waktu pendaftaran yang makin dekat. Di sisi lain, daya tawar PDIP dan PPP memang sedang kurang baik akhir-akhir ini," katanya, di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Baca: Cak Imin Yakin Namanya Ada di Kantong Jokowi

PDIP menurut Rico telah mengalami kekalahan cukup telak di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Padahal itu adalah kekalahan di dua provinsi terbesar di Pulau Jawa, dan provinsi terbesar di Pulau Sumatera. Sedangkan PPP tambah Rico, masih kesulitan memperbaiki retaknya kapal partai, apalagi telah banyak tokoh partainya yang berpindah ke partai lain.

Menurut direktur eksekutif Media Survei Nasional (Median) ini, PDIP dan PPP memang terlihat bersemangat meminggirkan Cak Imin dari persaingan internal cawapres jokowi.

Padahal apabila Cak Imin dan PKB hengkang dari koalisi Jokowi, maka akan menimbulkan beberapa kerugian.

Pertama, suara Cak Imin relatif diikuti oleh grass rootnya. Menurut Rico, survei menunjukkan bahwa tidak semua tokoh Islam yang mendukung petahana akan diikuti oleh grass rootnya.

"Sebagai contoh adalah Tuan Guru Bajang (TGB), yang mayoritas konstituennya relatif anti terhadap petahan. Dedangkan basis konstituen Cak Imin sebagai tokoh Islam lebih ramah terhadap Jokowi. Jadi wajar saja bila ada suara-suara menolak TGB dari basisnya sendiri pasca dukungannya terhadap jokowi," terangnya.

Alasa kedua yang menurut Rico bakal menyulitkan Jokowi, karena basis PKB relatif solid. Mayoritas pendukung Cak Imin dan PKB lebih fleksibel dalam menentukan pilihan capres-cawapresnya.

"Mereka bisa mendukung Jokowi, tapi bila disingkirkan, mereka juga bisa berduyun-duyun memindahkan dukungan ke oposisi," katanya.

Soliditas dari sisi konstituen tersebut, berbeda dengan dua tokoh Islam lain yang sekarang mendekat pada Jokowi, yaitu TGB dan Rommy. Kedua tokoh Islam itu menurut Rico, sedang dalam kondisi retak dengan konstituennya.

"TGB tidak hanya dikecam partai asalnya Demokrat. Tapi juga gagal meyakinkan gerakan 212 untuk pindah gerbong ke kubu Jokowi. Sedangkan Rommy belum bisa memulihkan elektabilitas partainya pasca konflik berkepanjangan," katanya.

Kondisi demikian tentu berbahaya bagi peluang petahana di Pilpres 2019. Padahal menurut Rico, dalam waktu yang sama, ada hampir 12 juta suara PKB yang sampai saat ini relatif solid di belakang PKB.

Dan bukan tidak mungkin akan menerima tambahan limpahan suara pemilih Islam tradisional dari partai lainnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas