Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Prabowo Diminta Usung Cawapres dari PKS, Ini Kata Demokrat

Namun yang harus digarisbawahi ialah PKS dalam hal ini tidak bisa memaksakan Prabowo untuk mimilih kader PKS sebagai wakilnya.

Prabowo Diminta Usung Cawapres dari PKS, Ini Kata Demokrat
Taufik Ismail
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat menilai sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berkeras diri bila Cawapes pendamping Ketua Umum Pertai Gerindra Prabowo Subianto harus dari kader PKS sebagai sesuatu yang wajar.

"Bahkan PKS beberapa kali mengultimatum Pak Prabowo, tapi sampai hari ini tak kunjung juga, artinya apa ya wajar saya komunikasi-komunikasi politik untuk meyakinkan diri," ujar Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean, di DPP PD, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Ferdinand mengatakan pihaknya tetap menghormati pernyataan PKS tersebut.

Namun yang harus digarisbawahi ialah PKS dalam hal ini tidak bisa memaksakan Prabowo untuk mimilih kader PKS sebagai wakilnya.

"Karena Gerinda itu partai yang mandiri jadi tidak bisa paksa-memaksa, tidak bisa tekan-menekan, ya maka harus ada lobi politik dan negosiasi," ujar Ferdinand.

Menurut Ferdinand selama "janur kuning belum berdiri" segala sesuatu dalam politik bisa saja terjadi dan berubah.

"Selama janur kuning belum berdiri, percaya itu pernikahan belum terjadi (koalisi tidak akan terjadi)," ucap Ferdinand.

Sebelumnya Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengatakan sesuai dengan kesepakatan awal dengan Gerindra, partainya akan mengusung Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2019.

Dukungan terhadap Prabowo tersebut dengan catatan Calon Wakil Presiden harus dari PKS.

Kesepakatan tersebut menurut Tifatul tidak bisa ditawar-tawar lagi. Partainya enggan mau jadi pengembira seperti yang terjadi dalam Pemilu Presiden pada 2014 lalu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Sanusi
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas