Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Survei KedaiKOPI: Elektabilitas Jokowi Masih Belum Terkalahkan

Elektabilitas petahana Joko Widodo (Jokowi) masih tertinggi dibandingkan kandidat Calon Presiden (capres) lainnya

Survei KedaiKOPI: Elektabilitas Jokowi Masih Belum Terkalahkan
Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah pesan terkait kepemimpinan kepada para Ketua OSIS dari SMA berprestasi se-Indonesia yang berkumpul di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018). (BIRO PERS SETPRES/LAILY RACHEV) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elektabilitas petahana Joko Widodo (Jokowi) masih tertinggi dibandingkan kandidat Calon Presiden (capres) lainnya.

Hal itu terungkap dalam hasil survei terbaru dari Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), yang dirilis Rabu (11/8/2018).

Baca: Din Syamsuddin Tersanjung Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi

Menurut peneliti KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, elektabilitas Jokowi mencapai 47,8 persen. Disusul dengan Prabowo Subianto (24,4 persen).

Setelah Prabowo, ada nama Gatot Nurmantyo (2,6 persen), Anies Baswedan (1,8 persen), Rizal Ramli (1,4 persen), dan SBY (0,4 persen).

"Elektabilitas pak Jokowi masih dominan dibandingkan tokoh nasional lainnya, apalagi didukung dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi yang berada di angka 68 persen," ujar Kunto kepada Tribunnews.com, Rabu (11/7/2018).

Kunto menambahkan bahwa peluang tokoh nasional lainnya masih terbuka untuk menantang Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Karena menurut hasil survei teranyar KedaiKOPI baru 39,1 persen pemilih yang sudah menentukan pilihan mereka.

Baca: NasDem Dinilai Tak Serius Capreskan Jokowi

Sedangkan 26,9 persen akan menentukan pilihan pada waktu kampanye pilpres.

"Dan 32,9 persen akan memutuskan pada hari tenang atau ketika di bilik suara," jelasnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas