Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Aher Dinilai Layak Dampingi Prabowo, Ini Alasannya

pasangan yang cukup dipertimbangkan untuk mendampingi ketua umumnya adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.

Aher Dinilai Layak Dampingi Prabowo, Ini Alasannya
dok. Pemerintah Provinsi Jawa Barat
mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pihaknya telah memastikan bakal mengusung Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden di ajang Pilpres 2019.

Menurut dia, pasangan yang cukup dipertimbangkan untuk mendampingi ketua umumnya adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.

Partai Gerindra pun menjadi salah satu partai yang punya kemungkinan besar menjalin koalisi dengan PKS yang belakangan sudah menyeleksi 9 nama kadernya yang diusulkan sebagai bakal calon presiden, termasuk Aher.

"Dari sembilan nama PKS ya, Pak Aher yang paling dilirik," kata Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (11/7/2018) malam.

Andre menyebut Aher punya banyak prestasi. Menurut dia, Aher terbukti berhasil memimpin Jawa Barat selama dua periode. Selain itu, Aher memiliki elektabilitas tertinggi di antara sembilan tokoh capres/cawapres yang disodorkan PKS.

"Dia punya rekam jejak sebagai gubernur dua periode yang sukses dan punya begitu banyak penghargaan. Bukan hanya dari pemerintah, tapi keberadaan beliau di Jabar betul-betul dirasakan," kata Andre.

Beberapa contoh prestasi yang sudah dilakukan Aher, sambung Andre, yakni membangun ribuan kilometer jalan, serta menghidupkan lampu-lampu di pelosok Jawa Barat sehingga saat ini tidak ada lagi kasus byar-pet di rumah-rumah warga.

"Banyak prestasi Pak Aher. Tentu ini jadi salah satu pertimbangan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku siap maju di ajang Pilpres 2019 sebagai calon presiden. Meski demikian, pria yang akrab disapa Aher ini mengaku masih menunggu keputusan dan mandat dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Pada prinsipnya saya siap jika dipandang pantas untuk menjadi pimpinan nasional. Dan, sekali lagi saya sering mengatakan bahwa kesiapan kita tidak berdiri sendiri, karena pasti terkait dengan keputusan partai, juga terkait dengan koalisi partai,” kata Aher di Bandung, Rabu (11/7/2018).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas