Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ceramah di DPP PSI, Anggota Watimpres Gus Yahya Sebut Ini Kunjungan Pribadi

"Kalau Bu Grace mengirim surat ke Presiden, terus meminta utusan pemerintah, baru itu atas nama pemerintah," ujar Gus Yahya

Ceramah di DPP PSI, Anggota Watimpres Gus Yahya Sebut Ini Kunjungan Pribadi
Tribunnews.com/Reza Deni Saputra
Anggota Watimpres, KH Yahya Staquf saat memberikan pidato dan ceramah di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dan Katib Aam NU, KH. Yahya Staquf atau karib disapa Gus Yahya memberikan kuliah sekaligus tausiyahnya di DPP Partai Solidaritas Indonesia.

Acara yang juga termasuk halalbihalal tersebut diberi tajuk Solidarity Lecture dengan tema besar Konsep Rahmah untuk Perdamaian Dunia.

Baca: Marhamah, PMI 12 Tahun Bekerja Namun Tak Diberi Kesempatan Majikan Pulang ke Indonesia

Gus Yahya mengatakan bahwa kedatangannya ke kantor DPP PSI merupakan atas dasar pribadi.

"Ini saya tegaskan bahwa kedatangan saya ke sini atas nama pribadi, bukan watimpres dan PBNU," ujarnya di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Hal tersebut membuat seluruh hadirin dk ruangan DPP PSI tertawa.

"Kalau Bu Grace mengirim surat ke Presiden, terus meminta utusan pemerintah, baru itu atas nama pemerintah," ujar Gus Yahya.

Begitu juga sebaliknya jika dirinya datang atas nama PBNU.

"Saya di WA sama Bu Grace kok, jadi ini atas nama pribadi loh," ujarnya seraya tertawa.

Nama KH. Yahya Staquf atau Gus Yahya sempat ramaj diperbincangkan di khalayak publik pada Juni lalu.

Hal tersebut dikarenakan setelah Gus Yahya mendatangi sebuah forum di Israel, setelah sebelumnya pada 31 Mei 2018, dilantik menjadi anggota watimpres.

Baca: Cak Imin dukung Penelusuran Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Adapun kunjungan Gus Yahya ke Israel pada Juni lalu merupakan kunjungan pribadi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

"Presiden menyampaikan bahwa Pak Staquf pergi dan berbicara atas nama pribadi, tidak ada kaitannya sama sekali dengan kebijakan pemerintah Indonesia terhadap Palestina," kata Retno setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas