Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Dukungan TGB Kepada Jokowi Dinilai Wajar

"Ketiga yang paling penting sekali pun dia tidak jadi cawapres paling tidak di 2019 dia akan jadi orang penting di lingkungan Jokowi sebagai modal di

Dukungan TGB Kepada Jokowi Dinilai Wajar
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dukungan yang diberikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zanul Majdi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 dinilai wajar.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan TGB selama ini dianggap publik berpotensi maju dalam Pilpres 2019.

Namun, Partai Demokrat tidak memberikan lampu hijau atau dukungan kepada TGB untuk maju dalam Pilpres 2019 baik sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

Baca: Gerindra Yakin Poros Ketiga Tak Akan Terbentuk

Adi mengatakan tiket emas dari Partai Demokrat hanya diberikan untuk putra mahkota sang ketua umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya menduganya ini mencari aman, cari aman dalam arti ini TGB sudah dirunning jadi capres cawapres 2019, disebut publik potensi maju di 2019 tapi sinyal dari Partai Demokrat itu engga ada, golden ticket tidak untuk TGB tapi untuk putra mahkota, AHY," ujar Adi ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Baca: Politisi PAN Sebut Jika Prabowo Tidak Maju Capres, Komunikasi Parpol Lebih Mudah

Adi menilai, keputusan TGB mendukung Jokowi berdasarkan pertimbangan yang rasional.

Menurut dia, alasan normatif dari TGB mendukung Jokowi karena puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

Baca: Jokowi Ingatkan Perwira TNI-Polri Tidak Berpolitik Praktis

Kemudian, TGB pun berharap akan ada kesempatan bisa berduet dan berdampingan dengan Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Ketiga yang paling penting sekali pun dia tidak jadi cawapres paling tidak di 2019 dia akan jadi orang penting di lingkungan Jokowi sebagai modal di 2024," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas