Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Jokowi Diyakini Pertimbangkan Nama-nama dari Indonesia Timur

Hendri Satrio meyakini Jokowi akan mempertimbangkan bakal calon wakil presiden dari wilayah Indonesia Timur.

Jokowi Diyakini Pertimbangkan Nama-nama dari Indonesia Timur
Rina Ayu/Tribunnews.com
Peneliti Politik KedaiKOPI Hendry Satrio dalam diskusi bertajuk 'Jokowi, Pilpres, dan Kita' di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Joko Widodo akan mencalonkan diri di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sampai satu bulan jelang pendaftaran pasangan calon presiden-wakil presiden ke KPU RI belum diketahui bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Pengamat politik sekaligus Analisis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio meyakini Jokowi akan mempertimbangkan bakal calon wakil presiden dari wilayah Indonesia Timur.

"Besar dan patut dipertimbangkan, sebab saat ini perkembangan Indonesia akan ditentukan dari Timur," ujar Hendri, saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).

Berkaca pada Pilpres 2014, Jokowi memilih tokoh nasional, Jusuf Kalla. Pria asal Sulawesi Selatan itu dinilai mempunyai pengaruh di wilayah Indonesia Timur.

Selain faktor perimbangan kekuatan wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur, calon dari Indonesia Timur juga karena faktor perkembangan pembangunan di Indonesia.

Dia menilai, sejumlah tokoh dari wilayah Indonesia Timur layak menjadi bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi pada pemilu mendatang.

"Yang sekarang ada dari Timur itu kan banyak nama ada Abraham Samad, Amran Sulaiman, TGB Zainul Madji, Anis Matta, Syahrul Yasin Limpo. Itu nama-nama yang dipertimbangkan," kata dia.

Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK juga tetap dipertimbangkan sebagai calon pendamping Jokowi di periode kedua pemerintahan. Sebab, para pendukung JK masih akan terus berusaha setelah gugatan ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

"Selain nama JK sendiri. Ini perjuangan pecinta JK di MK kan bisa saja belum berakhir. Bisa saja kemarin gagal kemudian diusahakan agar JK bisa mewakili Jokowi," tambahnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas