Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Proses Pemeriksaan Kesehatan Pasangan Capres-Cawapres Diperketat

KPU RI mensyaratkan pasangan calon presiden-wakil presiden harus sehat secara jasmani dan rohani.

Proses Pemeriksaan Kesehatan Pasangan Capres-Cawapres Diperketat
Tribunnews/JEPRIMA
Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat berbincang seusai menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden kepada Ketua KPU Arief Budiman (kanan) di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKPU RI mensyaratkan pasangan calon presiden-wakil presiden harus sehat secara jasmani dan rohani.

Secara khusus, aturan kesehatan pasangan capres-cawapres diatur di Peraturan KPU RI Nomor 22 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari, mengatakan KPU RI bekerjasama dengan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan melakukan pemeriksaan kepada pasangan capres-cawapres.

”Undang-Undang menentukan syaratnya mampu secara jasmani dan rohani. Itu yang menentukan adalah Ikatan Dokter Indonesia,” ujar Hasyim, Jumat (10/8/2018).

Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, pasangan capres-cawapres diminta untuk menahan lapar dan haus selama delapan jam. Lalu, disarankan minum air putih pada pukul 06.30 WIB. Minum air putih dilakukan untuk pemeriksaan urine.

Dia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya. Mulai dari telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), organ tubuh bagian dalam, dan kemampuan rohani. Pemeriksaan dilakukan menggunakan berbagai macam metode.

Selain itu, tim dokter juga akan memeriksa catatan kesehatan dari pasangan capres-cawapres. Sehingga, dia meminta, agar catatan kesehatan itu dibawa agar dapat menjadi dasar dalam pemeriksaan kesehatan.

”Semuanya. Segala macam hal yang berkaitan dengan jasmani dan mendukung kemampuan tugas-tugas negara,” kata dia.

Lalu, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan, kata dia, tim dokter akan mengeluarkan hasil. Hasil pemeriksaan menggambarkan seseorang mampu atau tidak mampu secara rohani dan jasmani untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenan.

Dia menambahkan, hasil tes kesehatan itu tidak dapat dilakukan uji banding. Namun, apabila membutuhkan pendalaman maka masih diperbolehkan.

”Sepenuhnya akan menilai catatan kesehatan dari dokter. Itulah yang akan menjadi bahan. Yang menentukan mampu tidak mampu tim dokter. KPU menerima hasil,” tambahnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas