Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tolak Baiat Ulang, Sabiqin Pilih Mundur dari Kepengurusan DPW PKS Jawa Barat

"Yang beda pandangan dipecat dan didorong untuk keluar dari PKS dan akhirnya tidak nyaman saja berada di PKS,"

Tolak Baiat Ulang, Sabiqin Pilih Mundur dari Kepengurusan DPW PKS Jawa Barat
Istimewa
Mohammad Sabiqin 

Laporan Wartawan Tribunews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali ditinggalkan kadernya di daerah.

Kali ini, kadernya yang bernama Mohammad Sabiqin mengundurkan diri dari jabatan struktural Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat.

Baca: Terkait Iklan Pemerintah di Bioskop, Effendi Simbolon Bantah Jokowi Narsis

Melalui surat pengunduran diri yang dia buat, Sabiqin menyampaikan alasan di balik ia memutuskan mundur dari PKS.

Dalam suratnya, dia menolak untuk berbaiat ulang kepada partai pasca putusan Dewan Syariah Pusat (DSP) yang meminta seluruh kader partai untuk berbaiat ulang.

Baca: Kubu Prabowo Usul Debat Bahasa Inggris, Budiman Sudjatmiko: Lebih Sensasional Pakai Bahasa Esperanto

Sebab, menurutnya permintaan baiat ulang itu otomatis membatalkan baiat yang telah dilakukan seluruh kader partai.

"Sepemahaman saya, permintaan baiat ulang di mana bagi yang tidak melaksanakan dianggap keluar dari jamaah, itu adalah bentuk pembatalan baiat bagi seluruh kader PKS di manapun berada sejak diterbitkannya Tadzkirah DSP tersebut dan baru dianggap sebagai kader lagi setelah menjalankannya," ungkap Sabiqin dalam suratnya yang ditulis di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

"Maka dengan ini saya ikrarkan bahwa saya tidak
bersedia berbaiat ulang sebagaimana yang diamanatkan Tadzkiroh DSP," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabiqin membenarkan surat pengunduran diri itu.

Selain itu, dia menyebutkan alasan lain yang membuat dia meninggalkan PKS.

Baca: Putusan Mahkamah Agung: Mantan Narapidana Korupsi Boleh Jadi Calon Legislatif

"Betul. Sebab lainnya yaitu karena partai tak bisa mengelola konflik. Bagaimana mau memimpin negara kalau mengelola internal saja gagal," ungkapnya pada Tribunnews.com di hari yang sama saat dia menulis surat pengunduran diri.

"Yang beda pandangan dipecat dan didorong untuk keluar dari PKS dan akhirnya tidak nyaman saja berada di PKS," sambung Sabiqin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kaderisasi DPW PKS Jawa Barat.

Baca: Ibu yang Melahirkan Bayi Bermata Satu Masih Terbaring di RS, Ayah Bayi Tenangkan Diri di Rumah

Sebelumnya, beredar surat dari Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS bernomor 60/T/DSP-PKS/1439 tentang komitmen (Iltizam) kepada jamaah.

Surat bertanggal 15 Agustus 2018 itu berisi rekomendasi kepada DPP PKS untuk memerintahkan kepada setiap kader melakukan ta'ahhud lisan dan tertulis setelah membaca dan memahami tadzkirah sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap syariat dan jamaah.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas