Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kadernya Terjerat Korupsi Dana Perbaikan Pasca Gempa Lombok, Golkar Minta Maaf

DPD Golkar DKI Jakarta menyayangkan ulah kader Golkar yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Muhir terjaring OTT.

Kadernya Terjerat Korupsi Dana Perbaikan Pasca Gempa Lombok, Golkar Minta Maaf
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rizal Mallarangeng saat ditemui di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2018). TRIBUNNEWS.COM/RIZAL MALLARANGENG 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPD Golkar DKI Jakarta menyayangkan ulah kader Golkar yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Muhir terjaring OTT karena diduga meminta fee untuk proyek perbaikan sekolah pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita sangat prihatin, kita sayangkan, kita kecam dan mohon maaf jika itu terjadi di luar pengetahuan kita semua," kata Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rizal Mallarangeng saat ditemui di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2018).

Koordinator Nasional Relawan Golkar Jokowi (GoJo) ini mengaku sedih dengan ulah politikus Golkar itu.

Pasalnya, dugaan uang yang diterima merupakan dana perbaikan pasca bencana gempa bumi melanda Lombok sejak Agustus lalu.

Baca: Jokowi: Masyarakat Semakin Dewasa, Makin Pintar Melihat Siapa yang Harus Dipilih

"Semua juga sedih dengan peristiwa ini. Walaupun kecil dampaknya besar. Insya Allah semua bisa kita atasi. Kita minta maaf, kita sayangkan, dan kita kecam hal ini tidak boleh terulang kembali," ungkap Rizal.

Meski Rizal menilai ulah oknum itu tak ada kaitannya dengan partai, namun dampak negatif berpengaruh ke Partai Golkar.

Ia memastikan pengurus Golkar akan melakukan evaluasi terhadap dugaan korupsi kader itu.

"Itu menyedihkan. Itu tidak boleh terjadi sama sekali pada saat masyarakat butuh bantuan kok ada orang yang tega-teganya mencari keuntungan dari itu. Itu sangat tidak terpuji. Kita akan ada evaluasi," jelas Rizal.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas