Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pileg 2019

Mantan Komisioner KPU Apresiasi Partai yang Tidak Ajukan Caleg Eks Napi Kasus Korupsi

Menurut Hadar Nafis Gumay, partai yang masih memaksakan untuk memasukan caleg mantan napi kasus korupsi tidak serius dalam menjaga integritas.

Mantan Komisioner KPU Apresiasi Partai yang Tidak Ajukan Caleg Eks Napi Kasus Korupsi
Tribunnews.com / Eri Komar Sinaga
Hadar Nafis Gumay 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Netgrit yang juga mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, mengapresiasi langkah tiga partai yang tidak mengajukan mantan napi kasus korupsi sebagai bacaleg.

Tiga partai tersebut di antaranya PPP, PSI, dan PKB. Hadar berharap langkah ini diikuti oleh 13 partai peserta pemilu lainnya.

"Kita hargai tiga parpol atas upayanya. Kita harapkan 13 lainnya mau melakukan upaya serupa," ujar Hadar di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/9/2018).

Menurut Hadar, partai yang masih memaksakan untuk memasukan caleg mantan napi kasus korupsi tidak serius dalam menjaga integritas.

"Parpol ini enggak serius dan tidak bersikap sesuai apa yang mereka janjikan. Pakta integritas itu juga ditandatangani oleh Bawaslu," tegas Hadar.

Seperti diketahui, PPP, PSI, dan PKB tidak mengajukan mengajukan kader bekas koruptor untuk menjadi bacaleg.

Pada Senin (10/9/2018) lalu, KPU resmi merilis 38 mantan koruptor yang mengajukan diri menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) di Pileg 2019.

Dari data yang disajikan, seluruh bekas narapidana korupsi itu terdiri dari 13 partai politik (parpol), dengan rincian: Gerindra (6), Hanura (5), Golkar (4), PAN (4), Demokrat (4), NasDem (2), Garuda (2), Perindo (2), Berkarya (4), PKPI (2), PKS (1), PDIP (1) PBB (1), dan dua bacaleg DPD.(*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas