Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Misbakhun Jadi Sasaran Hoaks Undangan Berkop Surat Ratna Sarumpaet Crisis Center

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun merasa jadi sasaran hoaks menyusul beredarnya undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet.

Misbakhun Jadi Sasaran Hoaks Undangan Berkop Surat Ratna Sarumpaet Crisis Center
ISTIMEWA
Misbakhun14.jpg 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun merasa jadi sasaran hoaks.

Penyebabnya adalah beredarnya undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di ruang kerja anggota Fraksi Partai Golkar DPR itu.

Menurut undangan yang beredar, jumpa pers tersebut terkait Ruben PS Marey yang konon menjadi korban pemblokiran rekening akibat kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Misbakhun menyatakan, dirinya tak pernah berhubungan dengan RSCC dalam bentuk apa pun.

"Bahkan saya tidak tahu ada lembaga itu (RSCC)," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/9/2018).

Legislator yang dikenal getol mendukung Presiden Jokowi itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang kerjanya yang direncanakan digelar Senin (17/9/2018) besok.

Baca: Pengakuan Tersangka Pembunuh Ninin: Saya Bayar Rp 100 Ribu, Dia Marah-marah Langsung Saya Cekik

Bahkan, Misbakhun sama sekali tak tahu substansi masalah kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben S Marey S.Sos dan kawan-kawan sebagaimana tertulis dalam undangan RSCC.

"Saya tidak pernah tahu, mendengar pun tidak karena sebagai anggota DPR RI juga tidak pernah menerima pengaduan soal masalah tersebut," tegasnya.

Oleh karena itu Misbakhun meminta wartawan yang menerima undangan itu agar mengabaikannya. Sebab isinya benar-benar hoaks.

"Untuk itu saya meminta kepada seluruh rekan-rekan wartawan yang sudah telanjur menerima undangan peliputan tersebut untuk mengabaikannya karena tidak ada agenda penggunaan ruang kerja saya di DPR untuk kepentingan jumpa pers tentang masalah itu," kata dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas