Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gempa di Sulteng

Satgas Bencana Pemprov DKI Jakarta Fokus Tangani Mental Warga Palu dan Donggala

"Sekarang bukan evakuasi, bukan penyelamatan, tapi recovery masyarakat Palu, itu yang dibutuhkan"

Satgas Bencana Pemprov DKI Jakarta Fokus Tangani Mental Warga Palu dan Donggala
KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 menenggelamkan rumah-rumah di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Memasuki pekan ke-2, Satuan tugas (Satgas) Pemprov DKI Jakarta mulai fokus melakukan penanganan mental korban terdampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Sekarang bukan evakuasi, bukan penyelamatan, tapi recovery masyarakat Palu, itu yang dibutuhkan" ujar Komandan Satgas Pemprov DKI Salman Anshori di kawasan Birobuli Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10/2018).

Baca: KPK: Uang Suap dan Gratfikasi Bupati Malang untuk Bayar Utang Kampanye

Menurut Salman, tim akan disebar ke sejumlah posko pengungsian untuk memberikan terapi psikologis pada Jumat 12 Oktober 2018.

Penangan juga fokus terhadap perempuan dan anak-anak korban terdampak bencana.

"Akan ada trauma healing dan lainnya," jelas dia.

Tidak hanya penanganan mental dan trauma, penyaluran logistik juga menjadi fokus utama Tim Satgas Pemprov DKI Jakarta.

Baca: KPK Sebut Bupati Malang Rendra Kresna Terima Suap dan Gratifikasi Rp 7 Miliar

"Logistik besok kita coba kirimkan lagi ke posko-posko yang ada dan belum terjangkau ," ucap Salman.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi memperpanjang pencarian korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Perpanjangan pencarian itu hanya ditambah satu hari hingga Jumat, 12 Oktober besok.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, alasan diperpanjangnya pencarian korban tewas karena adanya permintaan dari masyarakat agar diperpanjang hingga Jumat besok.

Baca: Berhasil Lampaui Target Perolehan Medali Emas, Indonesia Torehkan Sejarah Baru di Asian Para Games

"Pencarian korban akan resmi dihentikan pada Jumat, 12 Oktober 2018 sore, tapi enggak ada jamnya kapan sorenya. Diperpanjang karena ada permintaan dari masyarakat," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Gempa di Sulteng

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas