Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gempa di Sulteng

Menristekdikti Perintahkan Kampus di Palu Diaktifkan Kembali Pekan Depan

Ia mengaku sudah memberi arahan tersebut kepada rektor-rektor kampus yang ada di sana.

Menristekdikti Perintahkan Kampus di Palu Diaktifkan Kembali Pekan Depan
Tribunnews.com/ Rizal Bomatama
Menristekdikti M Nasir (tengah) bersama Senior Vice President Research and Technology Centre PT Pertamina (Persero) Herutama Trikoranto (dua dari kiri) dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi meresmikan Catalyst Teaching Industry di Kampus Teknik Kimia ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menyatakan pihaknya sudah memberi arahan agar kampus-kampus yang terdampak bencana di Sulawesi Tengah terutama di Kota Palu untuk aktif kembali pada pekan depan.

Ia mengaku sudah memberi arahan tersebut kepada rektor-rektor kampus yang ada di sana.

“Saya sudah perintahkan rektor agar kampus kembali aktif pekan depan, kalau kampusnya ada yang roboh bisa dibuatkan tenda darurat terlebih dahulu,” ujar M Nasir saat ditemui di kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018).

Baca: Pencairan Dana Korban Gempa Lombok Lama, Jusuf Kalla: Gubernur Terlalu Rumit Mendata

M Nasir mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai alternatif tindakan untuk menanggulangi dampak bencana terhadap kehidupan kampus.

Ia juga mengatakan kehidupan kampus di Sulawesi Tengah harus segera diaktifkan agar tidak terjadi eksodus mahasiswa ke kampus lain.

“Jangan sampai ada eksodus, kami harap mereka tetap kuliah di perguruan tinggi asal tapi dibantu dengan mungkin sistem e-learning atau kuliah jarak jauh dengan bantuan kampus lain seperti UI, ITB dan IPB,” jelasnya.

“Lalu kemudian bisa dilakukan kredit transfer semester misal pasca menjalani pendidikan kedokteran, mahasiswa yang menjalani co-ass bisa pindah ke tempat lain tapi tetap diakui di kampus asal, ada banyak skema lah,” imbuhnya.

M Nasir menjelaskan sejak awal terjadi bencana di Sulawesi Tengah pihak Kemenristekdikti fokus untuk evakuasi mahasiswa dan dosen serta tenaga kampus lainnya.

“Saya hadir di sana tanggal 3 Oktober 2018 dan kami memang langsung melakukan pendataan mahasiswa, dosen, dan karyawan yang terdampak,” pungkasnya.

Kemenristekdikti sendiri sudah melakukan pendataan kampus mana saja yang terdampak gempa bumi Sulawesi Tengah.

Di antaranya Universitas Tandulako, Universitas Muhammadiyah Palu, UIN Palu, dan gedung Universitas Terbuka cabang Palu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Gempa di Sulteng

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas