Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Timses Jokowi: Pada Aspek Elementer Saja, Prabowo Tak Bisa Bedakan Penganiayaan dengan Operasi Wajah

Prabowo menilai, sistem ekonomi yang berjalan lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.

Timses Jokowi: Pada Aspek Elementer Saja, Prabowo Tak Bisa Bedakan Penganiayaan dengan Operasi Wajah
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers mengenai perekonomian Indonesia di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengkritisi pernyataan yang dilontarkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (11/10/2018), Prabowo mengatakan, sistem ekonomi di Indonesia saat ini tidak berjalan dengan benar.

Prabowo menilai, sistem ekonomi yang berjalan lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.

"Sangat tidak rela sistem ekonomi saat ini disebut ekonomi kebodohan dan pada saat yang sama beretorika tentang 'Make Indonesia Great Again'," kata Sekjen PDI Perjuangan ini, seperti dikutip dari Antara, Jumat (12/10/2018).

Baca: Bahas Kebohongan Ratna Sarumpaet, Timses Prabowo-Sandi Bandingkan Dengan Kasus Plagiat Afi Nihaya

Sekjen PDI Perjuangan ini mengatakan, serangan Prabowo terhadap Joko Widodo justru akan menimbulkan serangan balik dari rakyat.

"Pernyataan Pak Prabowo tersebut sama saja dengan menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri," kata dia.

Baca: Rupiah Terus Melemah, Prabowo Subianto: Kita Tambah Miskin

Serangan soal ekonomi kebodohan ini, lanjut Hasto, seolah menunjukkan adanya kepura-puraan tentang sejarah masa lalu.

"Beliau pura-pura lupa dengan sejarah, lalu menimpakan hal tersebut sebagai kesalahan Presiden Jokowi. Padahal, dari aspek elementer saja, Pak Prabowo tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi wajah," kata Hasto.

Baca: TERPOPULER - Tekad Persib Bandung Pertahankan Puncak Klasemen Liga 1, Jonathan Bauman Ucap Begini

Hasto berharap, capres negarawan seharusnya menyampaikan narasi positif untuk Indonesia. Pernyataan Prabowo Sebelumnya, Prabowo menyebutkan, angka kesenjangan sosial masyarakat Indonesia semakin tinggi.

Bahkan, ia menyebut Indonesia tengah mempraktikkan sistem ekonomi kebodohan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas