Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sri Mulyani Diganjar Label 'Finance Minister of the Year East Asia Pacific' 2018

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Tahun 2018 di Asia Pasifik Timur.

Sri Mulyani Diganjar Label 'Finance Minister of the Year East Asia Pacific' 2018
TRIBUN/HO
Chief Executive Officer (CEO) Hutchison Port Indonesia (HPI) Rianti Ang (kiri) mewakili Hutchison Group bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) berbincang di sela acara Lunch of SDG Indonesia One Platform di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta Jumat (5/10/2018). Dalam acara tersebut CK Hutchison Holdings dan Li Ka Shing Foundation menyerahkan bantuan USD 5 juta untuk korban Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah kepada pemerintah Indonesia. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Tahun 2018 di Asia Pasifik Timur.

Penghargaan ini diberikan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/10/2018) malam.

Anugerah Finance Minister of the Year East Asia Pacific ini diberikan atas kiprah Sri Mulyani mempertahankan reputasi keuangan Indonesia di tengah kondisi yang lebih menantang saat kembali menjabat Menkeu kedua kalinya.

Kebijakan Sri Mulyani dianggap kredibel dan efektif. Penghargaan ini diberikan oleh majalah Global Markets adalah majalah berita terkemuka di bidang pasar ekonomi internasional yang 30 tahun terakhir telah menjadi salah satu acuan bagi para pelaku dan institusi di sektor ekonomi dan keuangan internasional.

Baca: Pilpres 2019 Terberat Bagi Prabowo Subianto, Timses Jokowi-Ma'ruf: Kalau Sudah Tahu Ya Jangan Maju

Seperti ditulis Global Markets, Sri Mulyani mendapat tantangan terbesarnya saat datang kembali.

Perekonomian Indonesia menawarkan potensi besar tetapi memberikan beban persoalan yang serius bagi Kementerian Keuangan.

Pengumpulan pajak telah lama menjadi masalah di Indonesia, namun pemerintah juga berjuang untuk membelanjakan uangnya.

“Bagi kami, reformasi di bidang perpajakan bukanlah kemewahan maupun pilihan. Itu adalah keharusan. Kita bersama dengan komunitas global berkomitmen dengan automatic exchange of information (AEOI) dan berkoordinasi dengan negara-negara untuk menghindari BEPS (Base Erotion and Profit Shifting). Kita terus berupaya meningkatkan kepatuhan pembayar pajak di Indonesia. Tidak ada negosiasi,” ujar Sri Mulyani saat menerima penghargaan.

Menurut Sri Mulyani, kebijakan fiskal dan anggaran negara, yang merupakan dua alat fundamental Kementerian Keuangan untuk mengarahkan pembangunan ekonomi, harus dapat dipercaya dan menjadi tulang punggung reformasi kebijakan.

“Dengan sinergi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, reformasi fiskal dapat dipertahankan dalam tiga aspek penting dari anggaran negara Indonesia, yaitu pendapatan, pengeluaran, dan pembiayaan. Semua bertujuan untuk membangun anggaran negara yang lebih sehat, penuh kehati-hatian, dan lebih produktif,” jelas Sri Mulyani.

Menurut Global Markets, Sri Mulyani telah mengatasi dua persoalan, yaitu pengumpulan pajak dan penyerapan anggaran pemerintah.

Baca: 13 Tol Siap Beroperasi sampai Akhir Tahun Ini

Sri Mulyani juga berperan mengurangi kemiskinan, isu yang menjadi perhatian besarnya.

Sri Mulyani sebelumnya juga telah memperoleh beberapa penghargaan seperti Menteri Keuangan terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets Forum di Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF, Singapura 2006 dan Menteri Keuangan terbaik 2006 oleh majalah Euromoney.

Ia juga dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes 2008, dan terakhir dinobatkan sebagai menteri terbaik dunia pada World Government Summit di Dubai Februari 2018.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Mulyani Dinobatkan sebagai "Finance Minister of the Year East Asia Pacific"".

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas