Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pesawat Lion Air Jatuh

Pengamat: Lion Air Tampaknya Perlu ''Istirahat'' Dulu

Emrus Sihombing menyarankan kepada direksi perusahaan Lion Air untuk bersungguh-sungguh berkontemplasi untuk menentukan satu pilihan dari tiga

Pengamat: Lion Air Tampaknya Perlu ''Istirahat'' Dulu
Facebook.com/Ibal Zulfianto
Sebuah insiden menimpa pesawat Lion Air tujuan Bengkulu-Jakarta di Bandara Fatmawati, Bengkulu pad Rabu (7/11/2018) sekira pukul 19.00 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berulangkali permasalahan seakan terus menerpa maskapai Lion Air.

Dari berbagi permasalahan tersebut, secara hipotetis bisa memperbesar kepercayaan publik, bahwa maskapai ini belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat trasportasi udara.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner Emrus Sihombing menyebut sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini.

"Tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan," ujar Emrus Sihombing, melalui keterangan resmi, Kamis (8/11/2018).

Belum kering air mata keluarga para korban jatuhnya Lion Air pekan lalu yang diduga kuat menewaskan semua penumpang, muncul kejadian baru pesawat yang lain dari maskapai ini menabrak tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu.

"Sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini, sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri 'istirahat'mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan," ujar Emrus Sihombing.

Masa rentang waktu "istirahat" itu, Emrus Sihombing menyarankan kepada direksi perusahaan Lion Air untuk bersungguh-sungguh berkontemplasi untuk menentukan satu pilihan dari tiga alternatif.

Baca: Permintaan Maaf Prabowo Harusnya Disertai Pencabutan Laporan Hukum

Pertama, para direksi diharapkan mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk 'istirahat" terbang selama rentang waktu yang belum ditentukan.

"Atau kedua, kemungkinan mempertimbangkan mengganti direktur utama Lion yang mampu melakukan revolusi mental kepada segenap manajemen dan karyawan di maskapai ini, tanpa kecuali," ujar Emrus Sihombing.

Dan terakhir perlu juga dipertimbangkan agar Lion Air merger dengan Citilink.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pesawat Lion Air Jatuh

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas