Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lagi, KPK Periksa Mantan Petinggi Lippo Group

Penyidik KPK kembali memeriksa mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus, Jumat (9/11/2018).

Lagi, KPK Periksa Mantan Petinggi Lippo Group
Ilham Rian Pratama
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik KPK kembali memeriksa mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus, Jumat (9/11/2018).

Pemeriksaan ini ‎ terkait dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Cikarang,‎ Kabupaten Bekasi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan mantan petinggi Lippo Group tersebut akan diperiksa sebagai saksi untukKepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar‎ (SMN).

Baca: Hotman Paris Tanyakan Godaan dari Sugar Daddy, Luna Maya Ungkap Pengalamannya Dirayu Penjabat

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ‎SMN," ungkap Febri.

Sebelumnya Toto pernah pula diperiksa KPK pada Kamis (1/11/2018) selama sekitar 10 jam untuk tersangka Billy Sindoro.

Selain Toto, kata Febri, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan pada satu saksi lainnya yaitu PNS Kabid Penyuluhan dan Pencegahan ‎pada Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Asep Buchori.

Baca: KPK Akan Periksa Presiden Direktur Lippo Cikarang Terkait Kasus Meikarta

Sama seperti saksi sebelumnya, Asep juga akan dimintai kesaksiannya untuk tersangka Sahat Nahar demi kelengkapan berkas.

Diketahui KPK telah menelusuri sumber uang suap yang digunakan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group Billy Sindoro (BS) untuk menyuap Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin terkait pengurusan izin proyek Meikarta. KPK mengendus uang itu berasal dari PT Lippo Group.

Atas hal itu, ‎KPK telah memeriksa sejumlah petinggi Lippo Group guna mengusut sumber uang suap. Salah satu yang diperiksa yakni, CEO Lippo Group James Riady. Dari pemeriksaan pada James Riady, penyidik menggali peran serta kontribusi PT Lippo Group di kasus suap pengurusan izin proyek Meikarta.

Kasus ini diawali dari Operasi Tangkap Tangan hingga KPK menjerat sembilan orang tersangka. Meikarta merupakan mega proyek yang sedang digarap oleh PT Lippo Group.

Mereka yakni Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NNY), Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS), Dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Diduga, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah dan anak buahnya menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Pemberian dalam perkara ini diduga sebagai bagian dari komitmen fee dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah Dinas. Pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk Bupati Bekasi dkk yakni sekira Rp7 miliar‎ melalui para kepala dinas.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas