Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hari Pahlawan

Dirjen PAS: Siapa Kita Ditunjukkan Dengan Kreativitas Nyata, Jangan Sia-siakan Kemerdekaan

Dia memperingatinya dengan ingatkan warga binaan untuk dapat menampilkan kreatifitas nyata.

Dirjen PAS: Siapa Kita Ditunjukkan Dengan Kreativitas Nyata, Jangan Sia-siakan Kemerdekaan
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Sri Puguh Budi Utami 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen PAS Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami peringati Hari Pahlawan bersama ratusan ribu warga binaan.

Dia memperingatinya dengan ingatkan warga binaan untuk dapat menampilkan kreatifitas nyata.

Hal itu dia sampaikan lewat pidatonya di acara The Gathering of Heroes di dalam Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Kota Tangerang.

"Siapa kita ditunjukkan dengan kreatifitas yang nyata, kemerdekaan akan sia-sia kalau kita tidak bisa memberikan makna," papar Sri Puguh, Sabtu (10/11/2018).

Dalam acara yang terkoneksi dengan 400 Lapas dan Rumah Tahanan di Indonesia itu, Sri Puguh turut memaknai Hari Pancasila dengan mengenang jasa pahlawan pendahulu yang secara jiwa dan raga, serta waktu mereka, demi memerdekakan Indonesia yang kini kita rasakan.

"Mari tunjukan bahwa kita ada, kita siap mengisi kemerdekaan ini. Hari ini, ke depan kita tunjukan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik," ujarnya.

Dia juga menjelaskan makna dari kata "Pahlawan" itu sendiri. Diambil dari bahasa Sanskerta, kata Pahlawan terdiri dari dua suku kata yakni "Pahla" dan "wan".

"Pahla itu kuat, wan itu kita semua, jadi pahlawan adalah siapapun kita yang punya keberanian melakukan perubahan untuk perbaikan. Berani menyerahkan jiwa, raga, dan waktu untuk kejayaan negara. Itu pahlawan," terang Sri Puguh.

Baca: PT Sritex Dukung Penuh dan Berpartisipasi Dalam Setiap Gelaran Indo Defence

Dia menutup pidato Hari Pahlawannya dengan berpesan, berusahalah berikan kebaikan kepada negara, agar bila wafat nanti, kebaikan kita abadi dalam ukiran sejarah.

"Kalau manusia mati meninggalkan kebaikan, agar kita dikenang, boleh umur hanya 50 tahun, tapi kita akan abadi dalam catatan sejarah karena kita memberikan yang terbaik untuk Indonesia," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Hari Pahlawan

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas