Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Petinggi Partai Demokrat Ogah Komentari Politikus Genderuwo

Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan para elit politik dan capres-cawapres untuk memberikan pendidikan politik yang lebih baik serta adu program.

Petinggi Partai Demokrat Ogah Komentari Politikus Genderuwo
Kolase TribunWow
Hinca Panjaitan dan Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Partai Demokrat enggan mengomentari soal pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada politikus genderuwo.

"Saya enggak suka ngomongin yang begituan, kami ngomong di Demokrat itu politiknya bersih, cerdas, dan santun," ujar Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan ‎di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Hinca, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan para elit politik dan capres-cawapres untuk memberikan pendidikan politik yang lebih baik serta adu program.

"Sampaikan programmu, sampaikan cara kerjamu supaya dipilih, untuk yang lain saya enggak mau komentar itu (politikus genderuwo)," papar Hinca.

Sebelumnya, dalam acara di Gelanggang Olahraga Tri Sanja, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung soal kesantunan yang dirasa menghilang dari sejumlah perilaku berpolitik.

Ia melihat, sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, yang amat disayangkan olehnya, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.

Baca: KH Maruf Amin: Semoga Para Seniman Jalanan Ini Membuka Telinga Mereka yang Tuli

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu," ucapnya.

Presiden memiliki satu istilah khusus untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Berangkat dari mitos Jawa mengenai makhluk halus, dirinya menyebut hal itu sebagai "politik genderuwo", politik yang menakut-nakuti.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti," tuturnya.

Jokowi, berharap agar cara-cara berpolitik serupa itu segera ditanggalkan dan sudah selayaknya masyarakat ‎ memperoleh contoh politik yang baik serta menghadirkan kegembiraan pesta demokrasi ini.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas