Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hari Pahlawan

Peringati Hari Pahlawan, Ini Pesan Jimly Asshiddiqie kepada Generasi Muda

Jimly Asshiddiqie mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk mendoakan para pahlawan yang gugur di medan perang

Peringati Hari Pahlawan, Ini Pesan Jimly Asshiddiqie kepada Generasi Muda
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
BEKALI MAHASISWA - Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama (2003 - 2008) hadir dalam pelatihan Contrac Drafting kerjasama dengan Jimly School Low and Government, sekaligus Asosiasi Perancang Kontrak di Universitas Negeri Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jatim untuk menambah keterampilan mereka sebelum menyandang gelas S1, Jumat (21/9). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memperingati Hari Pahlawan 10 November, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk mendoakan para pahlawan yang gugur di medan perang demi memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Saya mengajak semua generasi milenial untuk mengenang jasa siapa saja terutama pahlawan nasional. Mengenang jasa-jasanya, mendoakan mereka di tempat terbaik di sisi Tuhan," kata Jimly kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Selain mendoakan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mengingatkan generasi milenial tentang pentingnya belajar dan meneladani nilai-nilai pengabdian para pahlawan.

"Yang paling penting lagi kita belajar dari nilai-nilai pengabdian mereka dan jejak kaki mereka, jadikan bahan, supaya kita semua menyiapkan tapak-tapak kaki untuk arah kita masing-masing kedepan," ujar Jimly.

Dengan begitu, lanjut Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini, generasi muda dapat berkarya dan mengabdikan diri dengan sungguh-sungguh di bidangnya masing-masing, sehingga nantinya karya tersebut menjadi warisan yang akan terus dikenang sebagaimana yang dilakukan para pahlawan.

"Telapak kaki itu gambaran dari legacy, setiap orang harus berbuat amal jariyah yang dicatat dalam sejarah dikemudian hari, baik itu berguna buat keluarganya, buat tetangga, buat masyarakat luas," jelas Jimly.

"Makin dirasakan bermakna kita punya pengabdian, makin dicatat dalam sejarah, nah itulah legacy, itulah tapak kaki. Dan juga tentunya belajar dari perjuangan para pahlawan nasional," pungkas Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sanusi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Hari Pahlawan

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas