Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pembantaian Pekerja di Papua

Siapa Egianus Kogoya? Sosok yang Disebut 'Otak' Pembantaian Pekerja Proyek di Papua

Setidaknya 19 orang (sumber lain menyebut 31 orang) menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Siapa Egianus Kogoya? Sosok yang Disebut 'Otak' Pembantaian Pekerja Proyek di Papua
BANJIR AMBARITA/AFP/GETTY IMAGES
Anggota OPM muncul di hutan provinsi Papua pada 25 Juli 2009. Mereka menolak tuduhan berada di balik serangan dekat tambang emas Freeport. 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Setidaknya 19 orang (sumber lain menyebut 31 orang) menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Mereka adalah pekerja PT Istaka Karya yang sedang merampungkan pembangunan Jembatan Kalik Aorak dan Jembatan Kali Yigi. Aparat menuding Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya sebagai otak di balik insiden tersebut.

Pengamat Terorisme, Sidney Jones, menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Baca: Evakuasi Korban, Aparat Dapat Perlawanan Sengit dari Kelompok Egianus Kogoya di Nduga

Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda. Dari catatannya, Egianus pernah membuat keributan saat Pilkada serentak Juli lalu, dalam upaya mencegah pelaksanaan pemilu.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar Sidney Jones kepada BBC News Indonesia.

Sidney mengharapkan Polri dan TNI menangkap Egianus Kogoya dan anak buahnya dalam keadaan hidup agar aparat bisa memperoleh informasi detail tentang jumlah anggota OPM yang tersisa, juga asal senjata yang didapat.

Ia juga berharap aparat tak serampangan dalam memburu kelompok tersebut apalagi sampai menyerang masyarakat sipil.

"Mudah-mudahan tidak ada penembakan terhadap orang sipil dan tidak ada penyiksaan terhadap orang setempat untuk mendapat informasi. Itu masalah yang terjadi di masa lalu," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, menyebut jumlah anggota kelompok Egianus berjumlah 50 orang. Mereka, klaimnya, memiliki senjata lengkap berstandar militer.

Keberadaan kelompok OPM di Kabupaten Nduga, menurut Aidi, mulai terdesak ketika pemerintah membangun jalan Trans Papua. Sebab selama ini Pegunungan Tengah dikenal sebagai markas OPM.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pembantaian Pekerja di Papua

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas