Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Dibentuk, KPK Harap Pelaku Segera Ditemukan

Febri Diansyah memastikan, pimpinan KPK juga sudah menugaskan sejumlah pegawai, baik dari unsur penindakan, pengawas internal, atau dari biro hukum

Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Dibentuk, KPK Harap Pelaku Segera Ditemukan
Tribunnews/JEPRIMA
Penyidik KPK Novel Baswedan saat menjadi saksi pada sidang perkara perintangan penyidikan terhadap Eddy Sindoro dengan terdakwa advokat Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019). Dalam perkara ini, KPK mendakwa Lucas menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. KPK mendakwa Lucas menyarankan Eddy tidak kembali ke Indonesia. Hal itu dilakukan supaya Eddy tidak diproses secara hukum oleh KPK. (Tribunnews/Jeprima) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Gabungan yang terdiri atas kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tokoh masyarakat, pakar DNA, dan sejumlah pihak telah dibentuk untuk mengungkap kasus penyerangan kepada penyidik KPK, Novel Baswedan.

Melalui juru bicaranya, Febri Diansyah, atas terbentuknya tim tersebut, KPK berharap pelaku dapat segera ditemukan.

Baca: Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM, Polri Bentuk Tim Gabungan Penyidikan Kasus Novel Baswedan

"KPK berharap tim tersebut bisa berujung pada ditemukannya pelaku penyerangan Novel. Menemukan penyerang Novel Baswedan yang sudah lebih dari 600 hari tersebut tentu saja kami berharap pengungkapan dan berbagai upaya terus dilakukan," tutur Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Febri Diansyah memastikan, pimpinan KPK juga sudah menugaskan sejumlah pegawai, baik dari unsur penindakan, pengawas internal, atau dari biro hukum.

"Penugasan mereka akan dilakukan berdasarkan penugasan pimpinan KPK. Dan nanti tentu akan berkoordinasi dengan tim yang dibentuk oleh Polri," ujar Febri Diansyah.

Diketahui, Tim Gabungan yang terdiri atas kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tokoh masyarakat, pakar DNA dan sejumlah pihak dibentuk untuk mengungkap kasus penyerangan kepada penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Kepolisian Republik Indonesia dalam mengusut kasus penyiraman air keras," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca: Novel Baswedan Jadi Saksi Persidangan Terdakwa Lucas

Dalam surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019, kepolisian dalam tim gabungan bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kekerasan yang terjadi kepada Novel Baswedan.

Surat tugas tersebut berlaku selama enam bulan mulai 8 Januari 2019 sampai 7 Juli 2019.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas