Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perlunya Literasi Digital agar Guru Tak Terseret Kasus Penyebaran Hoaks

Hal tersebut menyusul ditangkapnya oknum guru berinisial MIK di Cilegon, Banten terkait kasus hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos.

Perlunya Literasi Digital agar Guru Tak Terseret Kasus Penyebaran Hoaks
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono (tengah), didampingi Kanit Subdit 4 Cyber Crime Direskrimsus PMJ Kompol Haerudin, memberikan keterangan kepada wartawan saat terkait penangkapan penyebar hoaks atau berita bohong tujuh kontainer surat suara tercoblos di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019). Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menahan seorang guru berinsiak MIK dalam kasus penyebaran hoaks tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) berharap kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau pihak yayasan pendidikan untuk memberikan pelatihan kepada para guru dalam soal keterampilan berpikir kritis atau higher-order thinking skill (HOTS).

Hal tersebut menyusul ditangkapnya oknum guru berinisial MIK di Cilegon, Banten terkait kasus hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos.

"Guru jangan hanya difokuskan ke pelatihan-pelatihan teknis administratif kurikulum semata, tetapi pada "keterampilan berpikirnya" yang lebih utama," kaga Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo, Sabtu (12/1/2019).

Baca: Air Berwarna Oranye Keluar dari Gunung Anak Krakatau, Bagian Gunung Sudah Hilang Setengahnya

Namun, Heru juga mengatakan pelatihan tidak hanya sebatas keterampilan HOTS yang bertujuan membuat dan menjawab Soal UN, tetapi dengan tujuan lebih mulia agar para guru terbiasa berpikir kreatif, kritis, inovatif, analitis dan mampu memecahkan masalah.

"Jika gurunya sudah mampu berpikir dan bertindak HOTS, maka tentu para peserta didiknya akan juga terbiasa berpikir HOTS," pungkasnya.

Selain itu, dilanjutkan Heru, literasi digital juga diperlukan bagi para guru.

"Sebab penggunaan internet dan makin massifnya kepemilikan terhadap gawai di masyarakat saat ini, berdampak terhadap arus informasi yang makin besar," lanjutnga

"Guru tak hanya dituntut rajin membaca buku (di luar buku teks pembelajaran), tetapi memiliki keterampilan literasi terhadap penggunaan media sosial (digital)," imbuhnya.

Dikatakan Heru, guru seharusnya tidak mudah percaya dengan apa yang disuguhkan oleh internet, tetapi mekanisme berpikir kritis dan verifikatif yang harusnya lebih dulu dilakukan.

"Guru jangan mudah membagikan tautan situs berita tanpa memahami konten berita. Apalagi dari web kanal berita yang medianya tidak dikenal," kata Heru.

Heru menambahkan pula guru juga jangan mudah percaya dengan berita-berita bombastis, apalagi dari media sosial lalu dibagikan ke media sosial lainnya.

"Oleh karena itu, sudah waktunya guru membaca dan memahami UU ITE. Jika guru rendah dalam literasi, jangan berharap para peserta didik kita akan gemar membaca." pungkasnya.

Seperti diketahui, dengan ditangkapnya MIK, kepolisian kini sudah berhasil menangkap total 5 tersangka kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.

Kelima tersangka tersebut yakni MIK, BBP, HY, LS, dan J

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas