Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

KPK Rilis Data LHKPN Tingkat Legislatif, DPR Paling Rendah

Selain itu, KPK sempat mendirikan klinik pengisian LKHPN di gedung DPR, untuk memudahkan anggota parlemen.

KPK Rilis Data LHKPN Tingkat Legislatif, DPR Paling Rendah
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
(kiri-kanan) Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Plt. Direktur LHKPN Kunto Ariyawan, dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) 2018.

Salah satu hasil temuan adalah kepatuhan legislatif tingkat pusat, yang mencakup MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan memaparkan, dari hasil temuan tersebut didapati bahwa DPR miliki tingkat kepatuhan yang rendah. Dengan jumlah wajib lapor sebanyak 536.

"Ternyata penyempaian elektronik 21,42 persen," kata Pahala di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).

Baca: Kepala BNPB Diminta Kawal Rekonstruksi di NTB, Sulteng, Banten dan Lampung Hingga Tuntas

Padahal saat ini sistem LKHPN lebih mudah diakses dengan elektronik, tidak seperti sebelumnya pengisian LKHPN secara manual.

Selain itu, KPK sempat mendirikan klinik pengisian LKHPN di gedung DPR, untuk memudahkan anggota parlemen.

Sebabnya diduga faktor masa akhir jabatan ikut berperan.

"Dugaan kita apakah sudah mau selesai, kedua mereka harus masukin (LKHPN) kalau mereka menjadi caleg, jangan - jangan mereka nunggu kalau nyaleg lewat KPU," ujarnya.

Lebih lanjut, lembaga anti korupsi tersebut juga menjelaskan untuk lembaga legislatif lainya, didapati bahwa DPD memiliki kepatuhan tertinggi 57,5 persen, dengan wajib lapor 80 orang.

Lalu disusul MPR memiliki kepatuhan 50 persen, dengan wajib lapor sebanyak dua orang  dan DPRD memiliki kepatuhan 28,77 persen, dengan wajib lapor 15.229 orang.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas