Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tsunami di Banten dan Lampung

ACT Salurkan Bantuan Perahu untuk Pulihkan Ekonomi Nelayan Korban Tsunami Selat Sunda

Direktur ACT Sri Eddy Kuncoro mengatakan bantuan perahu wakaf yang diberikan sebanyak 10 kapal nelayan kepada komunitas nelayan di Desa Bulakan

ACT Salurkan Bantuan Perahu untuk Pulihkan Ekonomi Nelayan Korban Tsunami Selat Sunda
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Prosesi penyerahan bantuan 10 perahu wakaf untuk komunitas nelayan korban tsunami Sselat Sunda di Desa Bulakan, Cinangka, Banten, Selasa (5/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyerahkan perahu wakaf kepada sejumlah nelayan di perairan Selat Sunda. Penyerahan perahu tersebut dilakukan di Pelabuhan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan serah terima ini dihadiri langsung oleh pihak SMP Labschool Kebayoran, KORPRI-BSSN, Masjid Al-Istiqomah-PGN, Indocement, Sulzer, Bukalapak dan Tribunnews selaku mitra, dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang, Camat, Lurah, masyarakat dan nelayan setempat.

Direktur ACT Sri Eddy Kuncoro mengatakan bantuan perahu wakaf yang diberikan sebanyak 10 kapal nelayan kepada komunitas nelayan di Desa Bulakan, Cinangka.

"Target kami yakni 100 unit perahu yang tersebar di beberapa kecamatan, Cinangka, Sumur, dan Labuan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat memulihkan kembali perekonomian para nelayan yang sedang hancur," ungkap Eddy di lokasi, Selasa (5/3/2019).

Tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir pantai Banten akhir tahun 2018 lalu tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga berpotensi menghasilkan kemiskinan baru, khususnya bagi para nelayan. Para nelayan mengalami kehilangan dan kerusakan parah pada perahu-perahu nelayan.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Global Wakaf, sekitar 400 kapal nelayan rusak dan tak bisa digunakan lagi serta diperkirakan lebih dari 1.500 nelayan kehilangan mata pencaharian.

"ACT melihat penyediaan sarana produksi perahu serta alat tangkap ini sebagai upaya strategis untuk memulihkan kondisi perekonomian nelayan. Insyaallah dampak bantuan ini jangka panjang untuk kehidupan para nelayan di sini," ujar Eddy.

Selain itu, ACT juga me-launching Program Perahu Wakaf dari Global Wakaf ACT selaku salah satu lembaga yang berperan sebagai nazir wakaf di Indonesia.

Program Perahu Wakaf, dikatakan Eddy, adalah salah satu inovasi wakaf yang dikeluarkan oleh Global Wakaf ACT untuk membangkitkan perekonomian umat, khususnya para nelayan.

Baca: Setelah 50.000 Km Pemakaian, Biaya Perawatan Xpander Diklaim Tetap Lebih Rendah dari Kompetitor

"Global Wakaf mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu nelayan-nelayan korban tsunami yang masih banyak lagi membutuhkan uluran bantuan," ujar Eddy.

"Melihat kondisi itulah program ini hadir sebagai salah satu solusi berkelanjutan karena bagi nelayan perahu itu memiliki fungsi strategis untuk kehidupan mereka," tambah Eddy

Eddy mengatakan ada tiga tujuan besar yang ingin dicapai, yakni mengembalikan sumber mata pencaharian nelayan yang terimbas tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Serang, meningkatkan pendapatan nelayan korban bencana, dan pengorganisasian nelayan melalui pendampingan dan pemberdayaan sehingga terbentuk organisasi yang menghimpun nelayan.

"Jadi wakaf ini tidak hanya membantu, tetapi juga membuat nelayan semakin sejahtera dengan pendampingan dan pemberdayaan yang kami lakukan. Kami juga mendorong penghasilan para nelayan ini semakin meningkat sehingga semakin sejahtera," pungkas Eddy.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Berita Terkait :#Tsunami di Banten dan Lampung

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas