Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

IPI Minta Aparat Waspadai Serangan Fajar Jelang Pencoblosan dan Tindak Tegas Pelakunya

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono mengimbau agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku 'serangan fajar'.

IPI Minta Aparat Waspadai Serangan Fajar Jelang Pencoblosan dan Tindak Tegas Pelakunya
Tribunnews.com/Reza Deni Saputra
Peneliti Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengimbau agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku 'serangan fajar'.

Ia berpendapat bahwa politik uang bisa merusak nilai-nilai demokrasi yang dijunjung Indonesia serta menghancurkan mental bangsa.

Baca: Momen Keakraban Jokowi dengan Raja Salman dan Sang Putra Mahkota Arab Saat Jamuan Makan Malam

"Siapa pun yang terlibat money politic harus ditindak tegas karena merusak nilai-nilai demokrasi dan menghancurkan mental bangsa," ujar Karyono saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, 'serangan fajar' tak ubahnya dengan para caleg berlomba-lomba menyogok rakyat untuk memilih mereka.

Imbasnya, kata dia, rakyat tidak mendapat pendidikan politik yang benar dan justru mendapatkan pembodohan.

Tak dipungkiri, rakyat kemudian akan tergiring untuk memilih caleg yang memberikannya uang serta tak melihat rekam jejak para caleg secara semestinya.

Baca: 8 Tradisi Paskah dari Beberapa Negara, Ada Perang Air di Polandia

Di sisi lain, Karyono menilai aksi 'serangan fajar' juga berpotensi membuat para caleg korupsi di kemudian hari demi mengembalikan modal kampanye.

"Politik uang ini tidak bisa dianggap remeh karena pengaruhnya memiliki korelasi dengan meningkatnya kasus korupsi di Indonesia," jelasnya.

Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat menolak tegas politik uang atau 'serangan fajar' dan tetap pada pendiriannya.

Baca: Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Bawaslu Usul Pemungutan Suara Ulang hingga Prosedur PPLN Salah

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas