Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Denny JA Singgung Dukungan UAS ke Prabowo: Too Little and Too Late

LSI Denny JA mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi versi quick count dengan data masuk sebesar 95,5%.

Denny JA Singgung Dukungan UAS ke Prabowo: Too Little and Too Late
Instagram/@indonesiaadilmakmur
Akun Instagram resmi timses capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, @indonesiaadilmakmur mengunggah foto yang menunjukkan momen pertemuan Prabowo dengan Ustaz Abdul Somad, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - LSI Denny JA mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi versi quick count dengan data masuk sebesar 95,5%.

Denny JA lantas berbicara soal pertemuan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mendukung Prabowo Subianto menjelang pencoblosan.

Menurutnya, ulama memang dihormati, tapi belum pasti jadi panduan politik bagi masyarakat.

"Waktu Ustaz Abdul Somad (UAS) mendukung Prabowo, too little too late. Para ulama sangat dihormati di Indonesia, tapi tidak untuk panduan politik pemilu. Artinya, pemilih muslim kita memiliki perilaku berbeda, mereka patuh beragama, tapi patokan berpolitik bukan ulama," ucap Denny JA di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019).

Baca: Di TPS Tahanan KPK, PDIP Unggul

Selain itu, menurutnya, ulama memang punya pengaruh dalam kehidupan sehari-hari, tapi tidak untuk politik.

Terlebih, dalam politik praktis

"Data ini menunjukkan ke kita, ulama besar bepengaruhnya dalam kehidupan kita, tapi kecil pengaruhnya dalam berpolitik," tuturnya.

Baca: Moeldoko: Kalau Dibilang Curang, Siapa yang Mencurangi?

Lebih lanjut, Denny JA menyinggung militansi pendukung Prabowo setiap kali kampanye di daerah.

Ia melihat keramaian tersebut hanya berada di permukaan, tapi tak mampu untuk mengangkat pasangan yang didukung.

"Pawai akbar di daerah-daerah itu tidak menggambarkan apa-apa. Walau militan di kubu Prabowo, tapi tidak menggambarkan, yang ikut pawai itu 20 juta, pemilih ada sekitar 190 juta. Paling hanya 10 persennya," ujarnya.

"Perhatikanlah silent majority, jumlahnya 50 persen dari populasi atau sekitar 100 juta orang. Bukan pawai akbar yang menentukan menang kalah, tapi silent majority mereka yang tidak diberitakan yang menentukan," pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil quick count LSI Denny JA menunjukkan Jokowi-Ma'ruf unggul 55,44 persen dari paslon 02, Prabowo-Sandi sebesar 44,56 persen dengan data masuk sebesar 95,55 persen.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas