Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Parlemen

Perluasan Bandara Frans Seda Maumere Terkendala Lahan

Bandar Udara Frans Seda Maumere yang terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan pada tahun 2020 bisa naik kelas.

Perluasan Bandara Frans Seda Maumere Terkendala Lahan
google
Bandara Frans Seda

Bandar Udara Frans Seda Maumere yang terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan pada tahun 2020 bisa naik kelas menjadi bandara kelas A yang bisa dilewati pesawat berbadan lebar.

Dengan perluasan bandara tersebut diharapkan bisa mempercepat pembangunan serta menarik investor dan wisatawan asing datang ke Maumere. Namun perluasan bandara itu terkendala lahan.

“Bandara Frans Seda Maumere ini nantinya bisa diubah menjadi bandara terbesar di NTT setelah Eltari Kupang, namun masih terkendala lahan,” tutur Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI meninjau Bandara Frans Seda Maumere di Sikka, NTT, Jumat (3/5/2019).

Politisi Partai Gerindra tersebut menuturkan kendala yang dihadapi untuk memperlebar bandara antara lain terbenturnya lahan apabila diperpanjang runway-nya langsung berhadapan jalan nasional dan perbukitan apabila diperlebar ke arah selatan.

“Itu yang harus diselesakan oleh pemerintah Kabupaten Sikka terkait perpanjangan runway. Komisi V siap mendukung dan mengsulkan ke pemerintah” tutur Fary.

Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI Saniatul Lativa berpendapat dari usulan anggaran Kabupaten Sikka untuk perluasan bandara yang mencapai lebih dari Rp 90 miliar tersebut bisa langsung diusulkan ke Komisi V DPR RI, yang nantinya akan dibahas dalam rapat bersama mitra kerja.

“Kami sangat mendukung sekali terkait pengembangan bandara ini. Masyarakat masih sangat mengandalkan pesawat untuk menjangkau antar daerah di NTT. Tinggal pemerintah kabupaten menyiapkan pembebasan lahan dan dipastikan tidak ada masalah dengan pemilik lahan nantinya,” tutur politisi Partai Golkar itu.

Hal yang serupa juga diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI Jhoni Alen Marbun. Terkait dukungan perluasan Bandara Frans Seda, ia menegaskan bahwa pembebasan lahan harus benar-benar tidak ada masalah dan pemilik lahan juga harus benar-benar mendukung.

“Saya kira harga tanah di sini belum begitu mahal, pemerintah harus membayar lahan sesuai dengan harga yang berlaku saat ini. Untuk mempercepat pembelian masyarakat juga jangan serta merta menaikan harga tanah karena ada perluasan bandara,” tandas politisi Partai Demokrat ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Wilhemus Sirilus meminta Komisi V DPR RI memberikan dukungan terhadap rencana pengembangan landasan Bandara Frans Seda.

“Komisi V harus bisa mendukung terkait anggaran yang sudah kami ajukan. Nantinya bandara ini bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 500/900 dan menjadi bandara kedua setelah bandara Eltari Kupang,” tutupnya.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Berita Terkait :#Berita Parlemen

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas