Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

8 Kepala Daerah dan AHY Kumpul Bareng Secara Tertutup di Museum

Pembicaraan mereka dilakukan di sebuah ruangan perpustakaan kepresidenan dan duduk secara melingkar.

8 Kepala Daerah dan AHY Kumpul Bareng Secara Tertutup di Museum
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
8 Kepala Daerah dan AHY Kumpul Bareng Secara Tertutup di Museum 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Delapan kepala daerah dan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kumpul bareng secara tertutup di Museum Kepresidenan Balai Kitri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019).

Pantauan dilokasi, kepala daerah serta AHY tiba di lokasi sekitar pukul 16.21 WIB dengan kompak mengenakan baju berwarna putih.

Mereka, selanjutnya menuju lantai dua untuk melakukan pembicaraan secara tertutup. 

Pembicaraan mereka dilakukan di sebuah ruangan perpustakaan kepresidenan dan duduk secara melingkar. 

Adapun delapan kepala daerah tersebut yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkilfimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. 

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, turut diundang dalam pertemuan tersebut.

Baca: Sendirian, Saksi BPN Tetap Hadiri Rekap Nasional di KPU RI

Namun, keduanya tidak hadir dan belum diketahui alasannya. 

Sebelumnya, Bima Arya mengatakan, pertemuan ini lahir atas pemikiran dan concern dirinya sebagai wali kota dan tokoh muda yang melihat kondisi kekinian bangsa. 

"Mereka adalah sahabat saya. Sering bertukar pikiran. Kita punya tujuan yang sama, kita ingin nuansa silaturahmi dijaga di bulan ramadhan. Membangun suasana yang sejuk," ungkap Bima saat ditemui di Kantor Balai Kota Bogor.

Bima menuturkan, apapun kondisinya, termasuk perbedaan latar belakang dan partai, jangan menjadi penghambat dalam menguatkan kebersamaan.

Ia menilai, di bulan ramadhan ini penting untuk kita memberikan contoh yang baik serta menempatkan persahabatan di atas segalanya, kemanusiaan di atas politik.

"Masalah lain nanti ketika bertemu ada agenda lain, kita lihat nanti. Tapi spirit utamanya adalah persahabatan. Mungkin nanti juga akan nyanyi bareng," tutur Bima.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas