Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ujaran Kebencian

Moeldoko: Masih Sembarangan Ngomong Tangkepin aja, Itu Konsekuensi

Masih sembarangan tangkepin aja. Itu konsekuensi. Enggak ada urusannya sama menggembosi.

Moeldoko: Masih Sembarangan Ngomong Tangkepin aja, Itu Konsekuensi
Tribunnews.com/Ria
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Jumat (8/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Moeldoko mengingatkan para tokoh masyarakat agar tak sembarangan berbicara.

Kepala Kantor Staf Presiden itu mengatakan, jika masih berbicara sembarangan maka ancaman penangkapan menanti.

"Jangan ngomong sembarangan. Anda ngomong sembarangan ada risiko. Jadi sebenarnya sekarang itu sudah saya katakan dua bulan yang lalu. Tapi masih sembarangan, tangkepin aja. Itu konsekuensi," kata Moeldoko di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Moeldoko menyebutkan, Indonesia merupakan negara hukum.

Oleh karena itu, setiap warga negara harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di depan hukum.

Jika perbuatan seorang warga negara terbukti melanggar hukum, maka proses hukum harus dijalankan.

Mantan Panglima TNI itu merasa heran lantaran masih saja ada tokoh yang berbicara sembarangan.

Ia mengaku telah mengingatkan semua pihak sejak dua bulan lalu untuk berhati-hati berbicara jika tak ingin berurusan dengan hukum.

"Dari awal saya sudah jelaskan, hati-hati. Negara yang demokratis itu selalu harus ditegakkan. Law enforcement. Kan sudah saya katakan beberapa lalu. Hati-hati, jangan ngomong sembarangan," ujar Moeldoko.

"Masih sembarangan tangkepin aja. Itu konsekuensi. Enggak ada urusannya sama menggembosi. Dirinya sendiri yang menggembosi dirinya sendiri," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Moeldoko: Jangan Ngomong Sembarangan, kalau Masih Sembarangan, Tangkap", https://nasional.kompas.com/read/2019/05/18/03110061/moeldoko--jangan-ngomong-sembarangan-kalau-masih-sembarangan-tangkap.
Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas