Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Suap Proyek PLTU Riau 1

Alasan KPK Absen di Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Sofyan Basir

Febri mengatakan alasan permohonan penjadwalan ulang tersebut karena untuk kordinasi terkait kebutuhan Praperadilan.

Alasan KPK Absen di Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Sofyan Basir
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (6/5/2019). Sofyan Basir diperiksa perdana sebagai tersangka untuk kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan pihaknya telah mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait ketidakhadiran dalam sidang Praperadilan tersangka kasus dugaan suap terkait Kesepakatan Kontrak Kerjasama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, PLTU Riau-1 Sofyan Basir.

Febri mengatakan, surat tersebut dikirim tim biro hukum KPK pada Jumat (17/5/2019)lalu.

"Biro Hukum KPK telah mengirimkan surat Jumat kemarin ke PN (Jakarta Selatan) meminta penjadwalan ulang persidangan praperadilan yang diajukan SFB (Sofyan Basir). Penjadwalan ulang diminta selama empat minggu," kata Febri saat dikonfirmasi pada Senin (20/5/2019).

Baca: KPK Absen di Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Sofyan Basir, Hakim Tunda Sidang

Febri mengatakan alasan permohonan penjadwalan ulang tersebut karena untuk kordinasi terkait kebutuhan Praperadilan.

"Pertimbangannya adalah kebutuhan koordinasi terkait kebutuhan praperadilan," kata Febri.

Terkait keputusan untuk waktu dimulainya sidang, KPK menyerahkan hal tersebut kepada hakim yang bertugas.

"Kapan jadwal berikutnya, KPK menyerahkan pada Hakim yang ditunjuk," kata Febri.

Hakim praperadilan yang memeriksa perkara gugatan tersangka kasus dugaan suap terkait Kesepakatan Kontrak Kerjasama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, PLTU Riau-1 Sofyan Basir, Agus Widodo, memutuskan untuk menunda persidangan selama tiga minggu.

Agus menunda sidang perdana dengan agenda pembacaan permohonan gugatan tersebut karena pihak termohon yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (20/5/2019).

Meski tidak menghadiri sidang tersebut namun KPK telah mengirim surat kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Suap Proyek PLTU Riau 1

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas