Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

30 Hoax Disebar Melalui 1.932 URL Selama Pemblokiran Media Sosial

Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan 30 hoax tersebut disebar melalui 1.932 URL yang tersebar di medsos Facebook, Instagram, Twitter dan Link.id.

30 Hoax Disebar Melalui 1.932 URL Selama Pemblokiran Media Sosial
Tribunnews/JEPRIMA
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan bersama Co-Founder dan Chief Technology Officer Qlue Andre Hutagalung saat menjadi pembicara pada Konferensi Pers Smart Citizen Day untuk Mewujudkan Smart Nation di Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019). Smart Citizen Day nantinya akan menghadirkan kisah inspiratif dari 19 pembicara kunci lintas sektor yang akan memberikan inspirasi. Nantinya, perayaan puncak deklarasi dan selebrasi untuk mendukung gerakan masyarakat pintar ini akan diselenggarakan pada 28 Maret 2019. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan 30 hoax selama pemblokiran media sosial pada 22-25 Mei 2019.

Semua hoax tersebut disebarkan melalui hampir 2000 Lokator Sumber Seragam atau Uniform Resource Locator (URL).

Temuan ini dipaparkan oleh Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan 30 hoax tersebut disebar melalui 1.932 URL yang tersebar di media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Link.id.

"Temuan kami dalam pemantauan ada 30 hoax yang dibuat. Hoax ini bisa dicek di web Kominfo. Hoax ini disebarkan lewat 1.932 URL. Ada di FB IG, Twitter," ujar Semuel Abrijani Pangerapan.

Baca: KPU dan TKN Waspadai Sepak Terjang Bambang Widjojanto di Persidangan Gugatan Hasil Pilpres 2019

Ia menjelaskan sebanyak 450 URL berasal dari Facebook, 581 dari Instagram, 784 dari Twitter, dan satu dari Link.id.

Semuel mengatakan Kemenkominfo sangat mengawasi penyebaran hoax ini demi menjaga kestabilan yang ada di masyarakat.

Semuel juga mengimbau masyarakat yang menyebarkan hoax tersebut untuk take down atau mencabut sendiri beritanya.

"Jadi masyarakat yang menyebarkan berita bohong ini saya mohon untuk menurunkan berita bohong itu. Kalau tidak, maximum remidium akan kita jalankan," kata dia.

"Imbauan kami dari Kemenkominfo kepada masyarakat, mari kita jaga ruang siber kita, ini adalah lingkungan kita. Mari kita menjaganya, lingkungan ini untuk kita beraktivitas seperti kita menjaga lingkungan kita," katanya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan normalisasi pembatasan sebagian fitur platform media sosial dan pesan instan mulai Sabtu (25/5/2019) pukul 13.00 WIB.

Baca: Rekonsiliasi Tak Pengaruhi Tekat BPN Prabowo-Sandi Mendiskualifikasi Jokowi-Maruf

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas