Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Awas Ada Petugas KPK 'Gadungan' Berkeliaran, Catat Nomor Telepon yang Diduga Pelakunya!

"Kami mendapatkan laporan tentang sejumlah pihak yang mengaku dari KPK dan berupaya melakukan penipuan," katanya

Awas Ada Petugas KPK 'Gadungan' Berkeliaran, Catat Nomor Telepon yang Diduga Pelakunya!
Ilham Rian Pratama
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat mewaspadai petugas KPK 'gadungan' yang berupaya melakukan penipuan.

"Dalam beberapa waktu belakangan, sejak Ramadan dan pascacuti bersama Idulfitri 1440 Hijriah, kami mendapatkan laporan tentang sejumlah pihak yang mengaku dari KPK dan berupaya melakukan penipuan terhadap sejumlah pihak," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Baca: Demokrat Peringatkan Kadernya untuk Tidak Bicara KLB

Sejak 23 Mei hingga 14 Juni 2019, jelas Febri Diansyah, total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengakatan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK.

Dia menjelaskan modus yang digunakan mirip dengan modus penipuan yang mengatasnamakan KPK pada laporan pengaduan KPK gadungan sebelumnya, yaitu masyarakat dihubungi oleh nomor telepon.

"Sebagian besar nomor 088xxx. Yang menjawab adalah mesin atau disampaikan selamat datang di layanan pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan surat peringatan dari KPK. Kemudian diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu," ungkap Febri.

Selanjutnya, kata Febri Diansyah, pelapor berbicara oleh oknum yang kemudian menanyakan nama dan nomor identitas.

Kemudian disampaikan bahwa pelapor terindikasi pencucian uang karena ada dana sebesar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar di salah satu bank.

"Kemudian dikatakan, ada indikasi uang tersebut terkait dengan kasus korupsi. Kemudian pelapor seolah-olah dihubungkan ke kantor Polda tertentu atau ada oknum lain yang berbicara dan mengaku petugas Polri yang bertugas di Polda tersebut," ujar Febri.

Terakhir, pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya.

Selain itu, Febri mengungkap, sejak hari pertama kerja setelah cuti bersama pada Senin (10/6/2019) hingga hari ini terdapat 37 orang yang menghubungi call center KPK 198 karena mereka dihubungi oleh pihak yang mengaku dari KPK.

"Sebagaian besar penelpon berlokasi di Jakarta. Beberapa nomor handphone yang menghubungi korban, di antaranya 088152150543, 088824125486, 088500768632, 088176007253, 0215238850, 52221703, 62211101853, 0215239203, +601123026455, 0213056975, 0501491871, 0215234790, 0215236579, dan lain-lain,"  Febri menjabarkan.

Baca: Sidang PHPU Pilpres : Bukti Kecurangan Paslon 01 Dibacakan 02 Hingga Polemik Perbaikan Permohonan

KPK kembali mengingatkan pada masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan informasi keliru dan menawarkan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu.

"Jangan berikan data atau informasi pribadi anda dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi call center KPK 198. Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas