Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Aksi 22 Mei

Kenapa 4 Jenderal Jadi Target Pembunuhan saat Kerusuhan 22 Mei? Ini Kata Pengamat Militer

Pengamat Intelijen dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie menganalisis kenapa sosok empat jenderal yang menjadi target pembunuhan.

Kenapa 4 Jenderal Jadi Target Pembunuhan saat Kerusuhan 22 Mei? Ini  Kata Pengamat Militer
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Dewan Pengawas Pinhantanas, Connie Rahakundini Bakrie usai penandatanganan nota kesepahaman di di Gedung Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Intelijen dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie menganalisis kenapa sosok empat jenderal sekaligus pejabat negara yang menjadi target pembunuhan.

Empat tokoh jenderal yang menjadi target pembunuhan yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto; Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan; Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan; dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Adanya empat tokoh jenderal yang dijadikan target pembunuhan lantas membuat publik bertanya-tanya alasannya.

Pengamat Intelijen dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie pun memberikan analisisnya.

Hal tersebut diungkapkan Connie Rahakundini Bakrie saat menjadi narasumber di acara Rosi Kompas Tv yang dilansir TribunJakarta.com pada Jumat (14/6).

Awalnya Rosiana Silalahi selaku pembawa acara menanyakan mengenai alasan di balik empat jenderal yang dijadikan target pembunuhan.

"Tapi banyak orang bertanya, apa motif dipilihnya empat jenderal ini karena dianggap nanggung. Kenapa enggak sekalian panglima tertinggi TNI?" tanya Rosiana Silalahi.

Connie Rahakundini menjelaskan, masyarakat tak bisa hanya melihat permasalahan ini mengenai kepemilikan senjata ilegal ataupun rencana pembunuhan.

"Kita enggak bisa melihat masalah Kivlan Zen seolah-olah hanya masalah pembunuhan, senjata atau uang Rp150 Juta.

Tapi kita harus melihat Kivlan Zen merupakan bagian dari kelompok mana," ucap Connie Rahakundini Bakrie.

Baca Selanjutnya>>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: tribunjakarta.com
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas