Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Punya Kebiasaan Campur Bahan Bakar Beda Oktan, Ketahui Efeknya pada Mesin

Ada sebagian pemilik mobil yang gemar mencampurkan dua bahan bakar dengan nilai oktan berbeda.

Punya Kebiasaan Campur Bahan Bakar Beda Oktan, Ketahui Efeknya pada Mesin
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
NAIK HARGA - Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pertalite ke salah satu kendaraan di SPBU 3440236, Jalan Laswi, Kota Bandung, Kamis (5/1/2016). Terhitung mulai 5 Januari 2017 PT Pertamina menaikan harga Bahan Bakar Minyak Umum jenis Pertamax Series, Pertalite dan Dexlite sebesar Rp 300 per liter. Harga pertamax dari Rp 7.750 menjadi Rp 8.050 per liter, pertamax plus dari Rp 8.450 menjadi Rp 8.750, pertalite dari Rp 7.050 menjadi Rp 7.350. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak macam bahan bakar dan dan pilihan bahan bakar dengan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) berbeda-beda yang ditawarkan produsen bahan bakar di Tanah Air.

Sebut saja, ada bahan bakar dengan Oktan 88, 90, 92, 95, dan 98. Perbedaan nilai Oktan bahan bakar ini juga membedakan harga jual bahan bakar.

Makin tinggi nilai Oktannya, sejurus makin mahal harga jualnya. Nah, ada sebagian pemilik mobil yang gemar mencampurkan dua bahan bakar dengan nilai oktan berbeda.

Entah dengan motivasi efisiensi ataupun mitos mencampur dua bahan bakar dengan nilai oktan berbeda lebih baik buat mesin

Misalnya bahan bakar oktan 90 dicampur 95. Nah, apakah ada dampak serius melakukan pencampuran bahan bakar berbeda Oktan ini?

“Mencampurkan oktan rendah dengan oktan tinggi akan mempengaruhi zat dalam oktan,” ucap Iwan Abdurahman, Workshop Department Head PT Toyota Astra Motor, Sunter, Jakarta Utara dikutip dari GridOto.com.

Perubahan yang terjadi akibat pencampuran bahan bakar berbeda oktan umumnya dapat dideteksi oleh mobil modern yang sudah canggih mesinnya.

“Bisa-bisa indikator bahan bakar menyala yang menandakan adanya malfungsi." "Atau ada gangguan pada sistem bahan bakarnya.” 

"Bahkan bisa saja menyebabkan mesin malah mengalami gejala knocking (detonasi) atau biasa dibilang ngelitik," jelas Iwan Abdurahman.

Baca: Bak Pinang Dibelah Dua! 5 Orang Ini Punya Wajah Mirip Seleb Terkenal

Wajib diketahui, setiap produsen bahan bakar memiliki ramuan bahan bakar yang berbeda-beda.

Jenis atau kandungan aditif yang dipakai di masing-masing bahan-bakar pun belum tentu sama.

Jadi sebaiknya hindari atau jangan membiasakan melakukan pencampuran bensindengan dua jenis oktan berbeda. 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas